Setelah Alex Ferguson pensiun, panggung perseteruan manajer Liga Inggris didominasi dua nama. Arsene Wenger dan Jose Mourinho akan melanjutkan lagi rivalitasnya di akhir pekan ini saat Arsenal dan Chelsea berhadapan di Community Shield.
Di atas lapangan Mourinho jauh lebih unggul dari Wenger. Dari 13 pertemuan yang sudah dijalani, pria asal Portugal itu sama sekali tak pernah kalah atas si manajer Prancis. Rekornya adalah tujuh kemenangan dan enam hasil imbang.
Tapi di luar lapangan, terkait adu mulut dan psywar di media, keduanya bersaing sangat ketat. Komentar pedas dari satu pihak akan dibalas tak kalah menohok oleh yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di awal musim 2005/2006 Wenger sudah melontarkan kritik terkait strategi bermain Chelsea yang dianggap monoton. "Saya tahu kita semua hidup pada dunia di mana hanya ada pemenang dan pecundang, tapi saat ada yang mendorong sebuah tim untuk tidak melakukan inisiatif, maka olahraga tersebut dalam bahaya," sahut Wenger saat itu.
Mourinho jelas tak diam saja dikomentari seperti itu. Dia membalas menyebut Wenger sebagai tukang intip, lantaran terus mengomentari tim lain (Chelsea). "Wenger punya masalah serius dengan kami dan saya pikir dia adalah - yang Anda orang Inggris bilang sebagai - voyeur. Dia adalah orang yang suka mengamati orang lain. Ada orang-orang yang saat mereka berada di rumah memiliki teleskop besar untuk mengetahui apa yang terjadi pada tetangganya. Wenger pasti salah satu dari mereka β itu penyakit. Dia berbicara, berbicara, berbicara soal Chelsea."
Wenger membalas dengan tak kalah keras. "Dia tidak mengikuti aturan, terputus dengan realita dan tidak punya rasa hormat. Saat Anda memberi sukses pada orang bodoh, itu membuat mereka lebih bodoh lagi dan bukannya bertambah pintar."
Saat Mourinho meninggalkan Chelsea dan Inggris di 2007, perseteruan antara mereka bukannya putus. Meski tak lagi intens, masih ada perang komentar terjadi.
"Sepakbola di Inggris sangat menyukai statistik. Apakah mereka tahu kalau Arsene Wenger cuma punya prosentase kemenangan 50% di Liga Inggris?," ucap Mourinho suatu waktu.
Wenger melakukan serangan balasan beberapa waktu kemudian. Momennya adalah saat Sergio Ramos dan Xabi Alonso sengaja mendapat kartu kuning demi alasan taktik dalam laga dengan Galatasaray di Liga Champions. "Saat Anda melihat kejadian itu di televisi, itu adalah cara terbaik untuk membuat Anda berpikir: 'Jangan pernah lakukan itu lagi'. Itu terlihat, sejujurnya, sangat buruk. Sangat disayangkan melihat itu terjadi pada tim besar."
Mourinho membalas pernyataan tersebut. "Daripada berbicara soal Real Madrid, Tuan Wenger seharusnya berbicara soal Arsenal, bagaimana mereka bisa kalah dari tim yang baru pertama lolos ke Liga Champions. Cerita soal sekumpulan pemain muda, kini sudah mulai usang. Sagna, Clichy, Walcott, Fabregas, Song, Nasri, Van Persie, Arshavin bukan anak-anak. Mereka semua pemain top."
Setelah Mourinho kembali ke Chelsea, perseteruan keduanya kembali seru. Wenger sempat mengritik kebijakan Chelsea menjual Juan Mata ke Manchester United - sebuah aktivitas transfer yang disebut Wenger bisa mengubah persaingan di papan atas karena Chelsea beberapa hari sebelumnya sudah menjalani pertandingan keduanya dengan MU. Sementara rival-rival di papan atas lainnya belum menjalani laga kedua dengan The Red Devils.
"Chelsea sudah dua kali bermain dengan MU, mereka (Chelsea) bisa saja menjualnya (Mata) pekan lalu. Saya pikir jika Anda ingin menghargai keadilan untuk semua orang, hal seperti ini tidak seharusnya terjadi," sahut Wenger ketika itu.
Dan respons Mourinho adalah: "Wenger melontarkan keluhan adalah hal yang normal karena dia selalu mengeluh. Normalnya dia senang saat Chelsea menjual pemain seperti Juan Mata, tapi ini adalah kondisi alami dirinya. Saya pikir tidaklah adil timnya (Arsenal) punya jadwal tanding yang menguntungkan."
Pada Februari 2014 Wenger ditanya oleh wartawan soal pernyataan para manajer pesaingnya yang mulai meredam sesumbar untuk jadi juara jelang akhir musim. "Itu adalah rasa takut akan kegagalan," cetus Wenger.
Mourinho membalasnya dengan pernyataan menohok. "Apakah saya takut dengan kegagalan? Dia (Wenger) adalah spesialis kegagalan. Saya tidak. Jadi andaikan dia benar saya takut gagal, itu karena saya jarang gagal. Jadi mungkin dia benar. Saya tidak terbiasa gagal. Tapi faktanya adalah dia spesial karena delapan tahun tanpa gelar, itu baru namanya kegagalan."
Setelah 10 tahun saling balas mengeluarkan komentar, kontak fisik antara keduanya akhirnya terjadi. Diawali adu argumen di tepi lapangan Stamford Bridge, Wenger mendorong Mourinho.
"Setelah dipikirkan lagi, saya pikir saya tidak perlu bereaksi seperti itu. Itu bukan cara yang tepat untuk berlaku di lapangan sepakbola. Apakah Mourinho memprovokasi saya? Itulah yang saya rasakan. Saya tidak masuk ke area teknikal Chelsea," ucap Wenger.
Saat Mourinho ditanya apakah Wenger pantas didakwa atas aksi dorongnya itu, Mourinho menjawab..."Didakwa? Jika saya yang melakukan itu maka saya akan dihukum larangan masuk stadion."
(din/mfi)











































