Setelah sebuah laga usai, manajer dua tim yang bertanding biasanya saling berjabat tangan. Tapi itu tak terjadi antara Jose Mourinho dan Arsene Wenger.
Arsenal dan Chelsea saling berhadapan di laga Community Shield. Dalam laga yang dimainkan di Stadion Wembley, Minggu (2/8/2015) malam WIB itu, Arsenal keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Alex Oxlade-Chamberlain.
Usai pertandingan, Wenger menjadi pusat perhatian. Bukan cuma karena keberhasilannya memutus rekor buruk atas Mouriho, tapi juga karena dirinya langsung masuk ke lorong ruang ganti tanpa menjabat tangan Mourinho. Justru asisten Wenger, Steve Bould, yang tampak menyalami staf Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wenger memilih untuk tidak lewat di depan Mourinho dan berlalu begitu saja. Sementara Mourinho juga langsung membalikkan badan dan berjalan menuju ruang ganti.
Mourinho shakes the hand of every Arsenal player... and is then completely ignored by Wenger #CommunityShield pic.twitter.com/PUE3Qh0VP0
β BreatheSport (@BreatheSport) August 2, 2015Β
"Saya melakukan apa yang menjadi status klub saya dan dengan status saya sebagai manajer saya pikir saya harus melakuan untuk diri saya sendiri dan klub yaitu ada di sana untuk para pemenang, menunggu mereka di titik di mana Anda hanya akan melewatkan saya jika Anda memang menginginkannya," ujar Mourinho seperti dilansir Mirror.
"Setiap pemain Arsenal lewat ke arah saya yang mana merupakan hal termudah untuk dilakukan karena saya ada di sana dan jika orang lain tidak lewat di depan saya, itu tidak masalah, bukan sebuah cerita, dan bukan kiamat dan saya tidak masalah soal itu."
"Saya melakukan tugas saya, tugas yang menurut klub pantas saya lakukan dan status sebagai manajer ketika saya kalah di Community Shield atau gagal di trofi apapun," katanya.
Wenger dan Mourinho memang punya hubungan yang tidak bisa dibilang baik. Rivalitas panas keduanya tak cuma terjadi di atas lapangan. Di luar lapangan, Mourinho dan Wenger kerap berbalas komentar pedas dan psywar di media.
Musim lalu, panasnya hubungan keduanya tercermin dalam sebuah insiden di Stamford Bridge. Saat Arsenal melawan ke markas Chelsea itu, Wenger dan Mourinho tampak saling dorong di pinggir lapangan.











































