Manchester City: Bersama Sterling Mengejar Chelsea

Jelang Liga Inggris 2015/2016

Manchester City: Bersama Sterling Mengejar Chelsea

Doni Wahyudi - Sepakbola
Senin, 03 Agu 2015 13:13 WIB
Manchester City: Bersama Sterling Mengejar Chelsea
Luciano Rossi/AS Roma via Getty Images
Jakarta -

Musim 2014/2015 adalah kegagalan untuk klub sekaya Manchester City. Menyudahi kompetisi di posisi dua klasemen dan tanpa meraih satupun gelar mensyaratkan banyak hal yang harus dilakukan Manuel Pellegrini. Sudahkah mereka berbenah?

Untuk kali kedua Manchester City gagal mempertahankan gelar juara Premier League. Jika di 2012/2013 titel mereka diambil Manchester United, maka di musim lalu The Blues yang merebut status itu.

City di 2014/2015 tak mampu mengimbangi konsistensi Chelsea, yang berada di puncak klasemen sejak pekan pertama sampai kompetisi resmi ditutup. Jumlah 24 kemenangan 7 hasil imbang dan 7 kali kalah adalah penurunan performa dibanding musim sebelumnya, di mana mereka jadi juara dengan 27 kemenangan, lima hasil imbang dan enam kali kalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah gagal di musim lalu, The Citizens tidak melakukan banyak transaksi di bursa transfer tengah tahun. Terus berada di posisi dua besar klasemen dalam empat musim terakhir, Pellgrini merasa kalau skuatnya cuma butuh sedikit perubahan. Padahal jika mau dia bisa saja kembali jor-joran, karena City sudah terbebas dari periode hukuman akibat melanggar financial fairplay.

Perubahan minimal yang dilakukan City menyangkut dua nama pemain, mereka adalah Raheem Sterling dan Fabian Delph. Sterling diboyong dengan harga mahal dari Liverpool, nilainya mencapai 44 juta poundsterling. Sementara Delph diangkut dari Aston Villa dengan banderol delapan juta poundsterling.

Menarik menyimak aktivitas transfer City sejauh ini karena yang mereka beli adalah pemain muda usia dan berpaspor Inggris. Terlepas dari kontribusi mereka nanti saat musim sudah berjalan, City sadar kedatangan Sterling dan Delph akan membuat mereka lebih mudah dalam memenuhi ketentuan soal homegrown player. Siapa tahu Sterling bisa meraih sukses besar sebagaimana Wayne Rooney saat MU memboyongnya dari Everton saat masih belia.

Suporter City akan sangat menantikan kontribusi Sterling dalam upaya mereka kembali menduduki takhta Premier League. Terlepas dari saga kepindahannya yang membuat Liverpudlian kesal, Sterling tetap dianggap sebagai calon bintang muda terbaik di Liga Inggris saat ini, dan malah sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. Pindah ke City adalah langkah yang tepat buat Sterling karena di sana dia akan bermain bersama nama-nama besar yang bakal membuatnya lebih terasah.

Berkaca dari performa musim lalu dan aktivitas transfer di musim panas ini, ada beberapa hal utama yang perlu diperbaiki City demi menjaga daya saingnya di Inggris.

Yang pertama adalah pada barisan penyerang. City kini cuma punya dua pemain depan berpengalaman dalam diri Sergio Aguero dan Wilfried Bony setelah Stevan Jovetic dilepas ke Inter Milan dan Edin Dzeko merapat ke AS Roma.

Dengan 26 golnya di musim lalu, Aguero adalah jaminan mutu buat lini depan City. Tapi jelas dia tak mungkin bekerja sendirian. Apalagi kerjasamanya dengan Bony masih perlu dibuktikan. City harusnya juga tidak mengesampingkan fakta kalau dalam beberapa musim terakhir Aguero berulang mengalami cedera yang membuatnya absen di beberapa laga.

Meski alaminya adalah pemain sayap, bukan tak mungkin Pellegrini memainkan Sterling di belakang striker. Itu setidaknya akan menambah opsi pemain depan karena di saat bersamaan City sudah punya komposisi yang oke di kedua sisi lapangan. Sterling setidaknya sudah menunjukkan penampilan yang memuaskan di beberapa laga pramusim.

Masalah lainnya adalah di barisan belakang, tepatnya pada pusat pertahanan. MartΓ­n Demichelis sudah sangat sulit diandalkan karena usianya yang sudah 34, sementara Eliaquim Mangala ternyata berkembang tidak secepat dan semulus yang diharapkan. Di sisi lain Vincent Kompany mulai sering melakukan blunder, sang kapten sering dapat penilaian negatif soal positioning, antisipasi serta pengambilan keputusan.

Masih ada 28 hari lagi sebelum bursa transfer ditutup. Dari periode yang masih panjang tersebut City mungkin saja akan bergerak lebih aktif. Beberapa hasil laga di awal musim - yang roda kompetisinya bergulir pada 8 Agustus akhir pekan ini - akan punya pengaruh besar dalam kebijakan transfer klub kaya tersebut.

Dari laga-laga pramusim, penampilan City tak bisa dibilang memuaskan. Setelah menang adu penalti atas AS Roma mereka kalah telak 1-4 di tangan Real Madrid. Kemenangan besar kemudian diraih atas Vietnam, namun ketika berduel dengan VfB Stuttgart City kalah lagi 2-4.

Transfer Manchester City
Masuk
Raheem Sterling
Fabian Delph

Keluar
Dedryck Boyata ke Celtic
Matija Nastasić ke Schalke 04
Micah Richards ke Aston Villa
Scott Sinclair ke Aston Villa
Frank Lampard ke New York City
James Milner ke Liverpool
Álvaro Negredo ke Valencia
John Guidetti ke Celta de Vigo
Karim Rekik ke Olympique Marseille

Hasil Laga Pramusim
Roma 2–2 (4–5 p) Manchester City
Manchester City 1βˆ’4 Real Madrid Melbourne, Australia [show]
Vietnam 1–8 Manchester City
VfB Stuttgart 4–2 Manchester City





(din/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads