sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 10 Agu 2015 13:00 WIB

Nasib Berbeda Tiga Kiper di Laga Pembuka

Rahman Fauzi - detikSport
Reuters / Jason Cairnduff
Jakarta -

Pekan pertama Premier League 2015/2016 punya cerita berbeda bagi para kiper tiga klub elite. Petr Cech, Thibaut Courtois, dan Sergio Romero pasti tak menyangka mereka bisa mendapatkan pengalaman seperti ini.

Petr Cech

Sebagai pemain baru satu-satunya Arsenal sejauh ini, Petr Cech menampilkan performa yang kurang mengesankan. Arsenal tunduk 0-2 dari West Ham. Kesalahan Cech mengantisipasi tendangan bebas West Ham berujung gol pertama hasil tandukan Cheikhou Koyate. Situs statistik Who Scored memberi nilai 5,04 saja untuk Cech di laga debutnya -- terburuk di antara pemain Arsenal lainnya.

“Laga pertama seperti ini tidak ada di skrip. Kesalahan dan tak ada poin, tapi besok adalah hari berikutnya untuk menyiapkan laga selanjutnya,” kicau kiper berusia 33 tahun ini di akun twitter miliknya.

Arsene Wenger pun terheran-heran dengan kinerja lini belakangnya. Namun ia tidak mau menyalahkan Cech seorang soal organisasi pertahanan The Gunners yang memang berantakan.

“Tak hanya dia. Kami punya pemain berpengalaman di sektor belakang. Jika anda mencermati lini belakang kami, saya pikir yang paling muda 30 tahun,” kata Wenger di situs resmi klubnya.



Sebelum pertandingan buruk melawan West Ham datang sebetulnya Cech cukup impresif di tiga laga awalnya berseragam Arsenal. Bahkan dari tiga pertandingan tersebut, dia menyumbang tiga trofi, yaitu Barclays Asia Trophy, Emirates Cup, dan Community Shield.

Cech datang dari Chelsea yang dia bela selama 11 musim. Dia menyumbang 15 trofi kepada The Blues, termasuk empat trofi Premier League dan satu gelar Liga Champions. Dia memutuskan hengkang ke Arsenal karena posisinya di Stamford Bridge tergeser Thibaut Courtois musim lalu. Dia merasa masih merasa mampu bermain di level tertinggi, sehingga memutuskan bergabung dengan Arsenal.

Thibaut Courtois

Courtois juga mengalami pekan pembuka Premier League musim ini dengan kekecewaan, seperti Cech. Dia hanya bermain selama 52 menit karena mendapat kartu merah selepas melanggar penyerang Swansea Bafetimbi Gomis di kotak penalti. Eksekusi penalti Gomis yang sempurna sukses membuat skor 2-2 sampai laga usai.



Sama seperti Cech, Courtois juga curhat di twitter soal kartu merah pertama yang dia terima selama kariernya di Chelsea.

“2-2, kartu merah, bukan awal yang saya harapkan. Sedih membiarkan tim jatuh di momen seperti itu. Mereka berjuang sangat keras sampai akhir untuk memenangkan pertandingan!” tutur kiper asal Belgia yang langsung mendapat sekitar tiga ribu retweet pengikut akunnya.

Musim lalu Courtois tampil di 32 laga Premier League di musim debutnya bersama Chelsea. Dia tak kebobolan dalam 12 pertandingan. Menurut Squawka, Courtois mencatat rata-rata penyelamatan 1,9 kali perlaga.

Serrgio Romero

Nasib bagus justru diperoleh kiper anyar Manchester United ini. Dia langsung memainkan laga debutnya, meski di pramusim tidak ikut serta karena baru bergabung pada 27 Juli. Romero berhasil menjaga gawangnya perawan, sekaligus mengantar MU menang 1-0 atas Tottenham Hotspur. Situs ESPN menyebut Romero menjadi pahlawan The Red Devils di laga tersebut lewat dua penyelamatan gemilang.

Kiper Argentina ini sebenarnya baru berlatih dua kali sebelum turun di laga melawan Spurs. Louis van Gaal terkesan dengan performa Romero di bawah mistar gawang.



“Sergio Romero tidak kebobolan dan membuat beberapa penyelamatan menawan, tapi tidak terlalu baik soal membangun permainan. Ini cukup dapat dimengerti karena sebelunya dia tidak bermain dengan para pemain lain dan baru bersama kami selama sepekan, jadi perlu proses yang kita harus lihat,” kata van Gaal di situs resmi klub.

Romero didatangkan dari klub Serie-A Sampdoria tanpa biaya. Romero pernah bekerja sama dengan Van Gaal mengantar AZ Alkmaar juara Eredivisie 2008-09. Dia disiapkan menjadi kiper utama MU karena transfer kiper utama MU musim lalu, David De Gea ke Real Madrid masih simpang siur.

Seperti kebanyakan pemain latin, Romero belum bisa berbahasa Inggris. Ia juga tak bisa berbahasa Belanda walaupun pernah bermain di Eredivisie. "Untunglah Van Gaal bisa berbahasa Spanyol," ucap Romero.

(a2s/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com