Duet bek tengah Vincent Kompany dan Eliaquim Mangala tampil begitu solid. Pada laga melawan Everton, Minggu (23/8) keduanya berkali-kali mementahkan serangan The Toffees. Situs Squawka mencatat keduanya memenangkan seluruh duel udara, sebelas kali sapuan bersih, dan delapan intersepsi.
Selain itu, jebakan off-side yang mereka terapkan berjalan dengan baik. Peluang Lukaku pada menit ke-23 batal berbuah gol, karena koordinasi yang mereka galang berjalan sesuai rencana. Apa yang ditampilkan Kompany dan Mangala bahkan sampai membuat Joe Hart merasa beruntung meski dia tidak tampil gemilang pada laga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain di lini belakang City memang tengah dalam performa menanjak. Hart, Kompany, Mangala, Bacary Sagna, Alex Kolarov, dan Fernandinho melewati setiap menit tiga laga awal. Kekompakan yang ditunjukkan membuat mereka menggenggam posisi inti di skuat.
Hal ini turut membuat pemain anyar City, Nicolas Otamendi, mesti sabar menjalani debut. Pelatih Mauricio Pellegrini sendiri menyebut Otamendi harus menunggu dulu untuk menjalani debut.
"Pada saat ini, mustahil untuk menggeser Kompany dan Mangala dari posisi mereka, dan para pemain lainnya. Mereka sedang berada di momen bagus," komentar Pellegrini kepada para pemain bertahannya.
Selain kemampuannya mengomandoi pertahanan City, Kompany punya keunggulan dalam mencetak gol. Koleksi dua golnya menjadi yang tertinggi di skuat sejauh ini. Sementara Mangala, unggul soal memotong operan tim lawan. Dia membukukan rata-rata intersepsi 3,7 kali perlaga, terbanyak di antara pemain City lainnya.
Duet Kompany-Mangala sebenarnya sudah berkali-kali dicoba Pellegrini. Musim lalu keduanya dipasangkan dalam 11 laga Premier League. Hasilnya, City hanya meraup empat partai tanpa kebobolan dan kemasukan sembilan gol.
Mangala, yang didatangkan City dengan dana 42 juta poundsterling dari FC Porto, di musim lalu dihujani kritik akibat performanya yang angin-anginan. Performa buruknya dia tampilkan pada laga melawan Hull City. Mangala yang menjalani pertandingan keduanya di Premier League, mencetak gol bunuh diri dan menjatuhkan lawan yang mengakibatkan penalti. Untung saja, ketika itu City tetap menang dengan skor 4-2.
Kompany meyakini, Mangala bakal menunjukkan kualitasnya di musim kedua. Dia membela kompatriotnya untuk membuktikan kualitas yang dia punya.
βOrang-orang selalu menganggap remeh kesulitan liga ini. Itu sangat luar biasa, khususnya dengan bek tengah,β ujar Kompany.
Kesolidan yang tengah diperlihatkan Kompany dan Mangala menjadi salah satu kunci kesuksesan City di awal musim. Enam laga ke depan, City menghadapi Watford, Crystal Palace, West Ham United, Tottenham Hotspur, Newcastle United, dan Bournemouth. Ujian konsistensi Kompany dan Mangala untuk tetap kompak berlanjut pada laga-laga tersebut.
(a2s/krs)











































