Berdasarkan hasil yang mereka raih belakangan, Chelsea bisa dibilang tak konsisten. Di luar itu, The Blues juga disebut kekurangan sosok pemimpin di lapangan.
Chelsea gagal meraih kemenangan dalam dua laga terakhir. Setelah bermain imbang 2-2 dengan Newcastle United akhir pekan lalu, Chelsea takluk 1-2 di tangan FC Porto, Rabu (30/9) dinihari tadi.
Padahal, Chelsea sempat meraih tiga kemenangan beruntun sebelumnya; menang 4-0 atas Maccabi Tel Aviv, 2-0 atas Arsenal, dan 4-1 atas Walsall. Tiga kemenangan itu sendiri memutus rentetan dua kekalahan yang mereka terima dari Crystal Palace (1-2) dan Everton (1-3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan-catatan di atas menunjukkan, performa Chelsea masih angin-anginan. Ada beberapa faktor yang dinilai jadi penyebab, mulai dari lini belakang yang rapuh hingga, seperti dikatakan eks bek Manchester United, Rio Ferdinand, Chelsea kekurangan sosok pemimpin.
Tidak adanya lagi Frank Lampard dan Didier Drogba hanya menyisakan John Terry sebagai satu-satunya sosok pemimpin. Terry belakangan juga kerap dicadangkan dan, ketika Terry tidak main, tidak ada satu pemain pun yang mampu menggantikannya sebagai pemimpin.
"Anda lihat saja tim-tim Chelsea-nya (Jose) Mourinho di masa lalu. Mereka punya Drogba, Terry, dan Lampard. Mereka selalu jadi panutan pemain lain dan mereka akan membagikan pengalaman dengan mengatakan, 'Aku sudah pernah mengalami ini, ikuti saja, semuanya bakal beres'," ujar Ferdinand kepada BT Sports.
"Saya tidak melihat itu malam ini."
"Saya tidak melihat ada pemain yang bisa diandalkan dan bersikap seprti itu. Saya pikir, mereka harus bekerja keras untuk bisa lolos dari fase grup (Liga Champions)," kata Ferdinand.
Terry belakangan dicadangkan dengan alasan taktikal. Kala menghadapi Arsenal beberapa pekan lalu, posisinya digantikan oleh Kurt Zouma. Kala itu, Mourinho berlasan, ia membutuhkan pemain yang cepat untuk meredam kecepatan penyerang Arsenal dan Zouma-lah yang bisa melakukannya.
(roz/din)











































