Lini depan Liverpool punya masalah. Meski mereka banyak menciptakan peluang, The Reds minim dalam torehan gol. Brendan Rodgers pun punya PR untuk dibenahi.
Liverpool baru saja ditahan imbang oleh wakil Swiss, FC Sion, di Anfield, Jumat (2/10) dinihari WIB. Meski berakhir dengan kedudukan 1-1, Liverpool sebenarnya lebih dominan.
Catatan statistik Squawka menyebutkan, Danny Ings dkk. punya 15 peluang sepanjang pertandingan tersebut. Sementara, Opta menyebut bahwa setidaknya ada 5 clear cut chances (peluang bersih) di depan gawang yang gagal dimanfaatkan oleh Liverpool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan pertama kalinya Liverpool punya banyak peluang, tapi hanya mampu menciptakan 1 gol. Ketika menghadapi Carlisle United di Piala Liga Inggris, Liverpool malah menorehkan 52 tembakan sepanjang 120 menit, tetapi harus menyelesaikan pertandingan lewat adu penalti.
Sekarang, mari lihat catatan yang ditorehkan Liverpool di Premier League. Squawka mencatat, dalam 7 pertandingan, Liverpool 80 kali mengkreasikan peluang, tetapi hanya menciptakan 9 gol.
Jumlah peluang yang diciptakan Liverpool bahkan lebih banyak dari pemuncak klasemen saat ini, Manchester United. Dalam 7 pertandingan, 'Setan Merah' menciptakan 56 peluang, tetapi menghasilkan 12 gol.
"Ceritanya jelas: kami memulai pertandingan dengan baik, lalu unggul, kemudian kebobolan gol yang tak seharusnya terjadi, dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Seharusnya kami menang dengan nyaman," ujar Rodgers di situs resmi klub, merujuk hasil melawan Sion.
Akhir pekan ini, Liverpool akan menghadapi rival sekota, Everton. Salah satu hal yang bisa menjadi perbedaan adalah dimainkannya Daniel Sturridge.
Penyerang berusia 26 tahun itu diistirahatkan dari laga melawan Sion lantaran Rodgers tidak ingin ambil risiko. Sturridge, yang sudah bermain 2 kali dan menciptakan 2 gol musim ini, bugar untuk laga melawan Everton dan bisa menjadi andalan di lini depan.
Adanya Sturridge memungkinkan Rodgers untuk memainkan dua penyerang sekaligus di lini depan: Sturridge dan Ings, dengan Philippe Coutinho atau Roberto Firmino menopang keduanya sebagai "nomor 10". Ini berbeda dengan laga melawan Sion, di mana Rodgers memaksa bermain dengan tiga pemain depan --Lallana-Ings-Divock Origi-- dalam formasi 3-4-3.
(roz/din)










































