Pertanyaan itu muncul lagi: bilamana Arsenal akan benar-benar mengandalkan Theo Walcott? Jika harus memilih satu di antara mereka sebagai penyerang tengah utama, apakah Walcott bisa lebih baik daripada Olivier Giroud?
Giroud sedang kembali disoroti karena performanya di awal ini dinilai belum garang. Bahkan, dibandingkan dengan Alexis Sanchez yang beroperasi di sayap, penyerang Prancis itu dianggap masih kalah "killer".
Giroud, yang memang tipikal striker murni dan bisa menahan bola di areal pertahanan lawan, sejauh ini baru baru mencetak tiga gol dari tujuh pertandingan di Premier League. Dua gol yang terakhir dia buat kala menjadi pemain pengganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah lama saya katakan, Walcott harus dipasang. Memang banyak yang tidak sependapat dengan saya. Belum sependapat," ujar mantan pemain timnas Skotlandia yang pernah membela Chelsea, Pat Nevin, kepada Newstalk dalam program Off The Ball.
"Dia akan mencetak gol dalam jumlah lumayan, murni karena kecepatannya. Dia akan nyetel lagi kok. Tak cuma itu. Yang terpenting buat Arsenal adalah dia bisa mengoyak-ngoyak pertahanan tim lawan karena semua pemain ngeri pada kecepatannya."
Dalam enam aksi terakhirnya Walcott berhasil mengemas empat gol. Dua yang terakhir ia buat secara beruntun: kala Arsenal menang 5-2 atas Leicester City, dan ketika tim tersebut ditekuk Olympiakos 2-3 di Liga Champions.
Guna menghadapi Manchester United hari Minggu (4/10) lusa di Emirates Stadium, siapakah yang menurut Wenger lebih cocok diturunkan sebagai starter: tetap Giroud atau mulai Walcott?
(a2s/roz)











































