Brendan Rodgers di Liverpool: Rp 6 Triliun, 0 Piala

Brendan Rodgers di Liverpool: Rp 6 Triliun, 0 Piala

Kris Fathoni W - Sepakbola
Senin, 05 Okt 2015 15:09 WIB
Brendan Rodgers di Liverpool: Rp 6 Triliun, 0 Piala
Reuters / Lee Smith
Jakarta -

Sejak ditunjuk menjadi manajer Liverpool sampai diberhentikan, Brendan Rodgers sudah menghabiskan sekitar Rp 6 triliun untuk belanja pemain, tanpa berbuah satu gelar pun.

Era Rodgers di Liverpool dimulai pada 1 Juni 2012 lalu. Berkat polesannya di Swansea City, Rodgers ketika itu digadang-gadang sebagai peracik taktik bertalenta dan diikat kontrak tiga tahun.

Sejumlah pemain didatangkan Rodgers ke Anfield dalam dua jendela transfer musim pertamanya itu. Di antaranya ada nama-nama seperti Fabio Borini, Joe Allen, Daniel Sturridge, dan Philippe Coutinho, selain juga Nuri Sahin yang dipinjam dari Real Madrid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


[LFCHistory.net]

Di akhir musim 2012-13 Liverpool berada di posisi tujuh Premier League, kandas di babak empat Piala FA dan Piala Liga Inggris, dan tersingkir di babak 32 besar Liga Europa.

Setelah itu sampailah Rodgers ke musim keduanya di Anfield, 2013-14, yang pada prosesnya dapat disebut sebagai musim terbaiknya. Ia memperkuat skuat dengan merekrut pemain-pemain macam Iago Aspas, Simon Mignolet, Kolo Toure, dan Victor Moses di musim panas.


[LFCHistory.net]

Di musim tanpa partisipasi di pentas Eropa ini 'Si Merah' racikan Rodgers sempat berada di garis terdepan dalam persaingan memperebutkan titel Premier League walaupun akhirnya harus puas jadi runner-up. Mereka juga menembus babak kelima Piala FA dan babak ketiga Piala Liga Inggris. Rodgers diganjar predikat Manajer Terbaik versi Asosiasi Manajer Liga (LMA) di musim ini.

Gegap-gempita musim tersebut mengantar Rodgers ke musim berikutnya, 2014-15. Kehilangan Luis Suarez, pemain terbaiknya pada musim sebelumnya, membuat Rodgers berusaha menggantikan dengan kehadiran banyak pemain baru yang beberapa di antaranya berposisi di lini depan. Rickie Lambert, Adam Lallana, Emre Can, Dejan Lovren, Lazar Markovic, dan Mario Balotelli ada di antara barisan pemain anyar.


[LFCHistory.net]

Akan tetapi, Liverpool bukan cuma gagal mengulangi daya saing musim sebelumnya tapi bahkan sampai under perform. Di Premier League, The Reds cuma bisa finis di posisi enam. Di Liga Champions, Liverpool langsung rontok di fase grup dan tersisih ke Liga Europa yang berujung dengan kegagalan lain setelah kandas di 32 besar. Sedangkan semifinal dijejak pada Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Tekanan mulai melanda Rodgers di akhir musim 2014-15. Tetapi pria Irlandia Utara yang sudah teken kontrak baru berdurasi empat tahun pada Mei 2014 tersebut pada prosesnya tetap lanjut, menyongsong musim 2015-16.

Dengan sokongan dana yang masih relatif kuat, apalagi setelah melego Raheem Sterling ke Manchester City, Rodgers memboyong pemain-pemain macam Danny Ings, James Milner, Nathaniel Clyne, Roberto Firmino, dan Christian Benteke--yang menjadi perekrutan termahalnya di Liverpool.


[LFCHistory.net]

Musim ini tidak berjalan panjang untuk Rodgers setelah diberhentikan Senin (5/10/2015) dinihari WIB tadi, dengan Liverpool sementara berkutat di posisi 10 Premier League, dan berada di babak empat Piala Liga Inggris dan fase grup Liga Europa.

Total, seperti catatan LFCHistory.net, Rodgers sudah mendatangkan 31 pemain dalam periodenya sebagai manajer Liverpool dengan menghabiskan nyaris 292 juta poundsterling, tepatnya Β£291.550.000, atau sekitar Rp 6,45 triliun.

Sialnya, perekrutan Rodgers dengan dana yang sama sekali tidak sedikit itu bukan cuma tidak berbuah satu piala pun melainkan juga menyisakan daftar panjang pemain-pemain yang melempem. BBC bahkan sampai membentuk kesebelasan sendiri dari para transfer gagalnya.


[BBC]

Argumentasi boleh saja dikedepankan mengenai susunan pemain transfer flop Rodgers versi BBC tersebut. Tetapi yang pasti faktanya adalah Rodgers tidak mampu mempersembahkan gelar juara untuk Liverpool setelah menggelontorkan banyak uang di Anfield.


[BBC]

"Saya pikir Brendan tidak bisa mengatakan tak diberikan uang untuk belanja, nyaris 300 juta poundsterling, dan amat sedikit pemain-pemain itu yang masih lanjut," komentar Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool yang kini menjadi analis dan pundit Sky Sports.

"Situasi yang sedang dihadapi Liverpool sekarang, dan bukan cuma terkait Brendan, sudah terjadi beberapa lama, bahkan semasa saya masih ada di sana. Tak usah bicara Arsenal, Liverpool bahkan cuma meraih satu Piala Carling dalam 10 tahun. Liverpool mulai jadi Tottenham, berpikir dirinya merupakan sebuah klub besar tapi klub besar yang asli justru tak terlalu risau dengan mereka, (dalam konteks seperti) siapa yang mereka beli, apa yang akan mereka lakukan."

"Saya tak menyalahkan Brendan Rodgers dan sekumpulan pemain yang ada saat ini. Tapi apa yang harus dilakukan para pemilik klub agar Liverpool bisa kembali ke tempat yang seharusnya? (Yakni) Secara konsisten ada di Liga Champions dan menjadi penantang untuk meraih trofi-trofi karena pada saat ini kami menjadi sebuah tim yang berpikir dirinya sebuah klub besar padahal tidak demikian," tuturnya.



(krs/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads