Dalam tiga pertandingan terakhir di Goodison Park, Manchester United tidak pernah meraih kemenangan. Kandang Everton itu pun jadi tempat angker untuk 'Setan Merah'.
Bukan apa-apa, United selalu keok kala main di Goodison Park sejak musim 2012/2013. Di bawah tiga manajer berbeda, United pulang dengan tangan hampa --membawa 0 poin dari total 9 poin yang bisa mereka dapatkan dari tiga laga tersebut.
Yang pertama, ketika masih ditangani Sir Alex Ferguson pada 20 Agustus 2012. Kala itu, di pekan pembuka Premier League, United kalah 0-1 dari Everton. Marouane Fellaini menjadi pencetak gol tunggal The Toffees lewat sundulan di menit ke-57.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sial bagi Moyes, ia gagal memberikan kemenangan untuk United. The Red Devils kalah 0-2 lewat gol yang dilesakkan oleh Leighton Baines di menit ke-28 dan Kevin Mirallas pada menit ke-43. Moyes dipecat dua hari setelah kekalahan tersebut.
Yang ketiga, United sudah ditangani oleh Louis van Gaal. Pada 26 April 2015, Van Gaal menyaksikan timnya dikalahkan 0-3, di mana ketiga gol tersebut dicetak oleh James McCarthy (5'), John Stones (35'), dan Kevin Mirallas (74').
Kekalahan yang terakhir menjadi bagian dari tiga kekalahan beruntun yang diderita United di penghujung musim 2014/2015. Sebelumnya, United kalah 0-1 dari Chelsea dan setelahnya, United kalah 0-1 dari West Bromwich Albion.
Catatan tersebut juga menunjukkan bahwa dalam tiga pertandingan terakhir di Goodison Park, United selalu gagal bikin gol. Sabtu (17/10), ada ujian tersendiri buat United.
United butuh kemenangan setelah kalah 0-3 dari Arsenal pada pekan sebelumnya. Manajer Everton, Roberto Martinez, yakin bahwa kekalahan dari Arsenal tersebut hanya sekadar 'cegukan' buat United.
"Di bawah manajer anyar mereka, sepertinya mereka sudah terbiasa dengan berbagai macam perubahan. Tapi, sepertinya sekarang sudah punya starting XI yang pasti. Meskipun mereka mengalami 'cegukan' di babak pertama laga melawan Arsenal, mereka punya kualitas untuk meraih sesuatu di liga ini," kata Martinez seperti dilansir The Guardian.
(roz/krs)











































