Hal itu berkaitan dengan kembalinya Jordan Rossiter (18 tahun) ke Liverpool dengan membawa cedera yang akan membuatnya menepi sekitar 1 bulan, setelah bermain untuk timnas Inggris U-19 lawan Makedonia, Finlandia, dan Italia. Tiga laga itu dimainkan kurang dari sepekan.
"Saya belum pernah dengar seorang pemain muda diminta bermain dalam tiga pertandingan dalam lima hari," kata Klopp seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik mereka mendapatkan waktu untuk berkembang dan tidak terlalu merasakan tekanan. Tiga pertandingan dalam lima hari untuk seorang pemain 18 tahun terasa keliru," tuturnya.
Terkait dengan hal itu, Klopp mengakui kalau strategi terapannya menuntut kekuatan fisik para pemain. Namun, itu juga tidak serta-merta membuat pemain-pemainnya mendadak harus langsung banting-tulang berlari tanpa henti di atas lapangan.
"Kami butuh sebuah rencana dan itulah yang sedang kami coba lakukan, tapi kami tidak harus berlari 150km untuk bisa sukses, kami mesti bersiap untuk masing-masing gaya yang ingin kami lakukan," sebut Klopp.
"Selalu ada pembicaraan mengenai, 'Apakah mereka bisa melakukannya setiap tiga hari?'. Ya, tentu saja kami butuh pemain-pemain bugar, tapi kami bukannya hendak menghabisi mereka. Kami melatih mereka agar mereka punya kemampua fisik dan kepercayaan diri untuk melakukannya karena mereka merupakan pemain profesional yang masih muda dan sehat."
"Jika Anda menghadapi sebuah tim yang lebih baik dan tidak siap untuk berlari lebih banyak daripada mereka maka Anda gila," ucap peracik taktik berusia 48 tahun itu.
(krs/mrp)










































