Sejak membela Chelsea pada musim 2014-15, penyerang Spanyol kelahiran Brasil 27 tahun lalu itu sudah beberapa kali harus berurusan dengan otoritas persepakbolaan setempat.
Kasus teranyar Costa adalah hukuman larangan main tiga pertandingan setelah ia terlibat insiden dengan Laurent Koscielny dan Gabriel dalam derby London Utara lawan Arsenal pada bulan lalu--membuatnya dikritik sejumlah media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku pikir Luis Suarez meninggalkan negara ini karena caranya diperlakukan dan dijadikan sosok jahatnya," kata Costa kepada London Evening Standard dan dikutip Soccerway.
"Apakah aku merasa sudah menggantikan dirinya di posisi itu? Jelas sekali. Kelihatan sekali ada orang-orang yang mengincarku. Kalau memang aku membuat kekeliruan lalu masuk surat kabar, tidak apa-apa, itu sah-sah saja."
"Tetapi ketika orang-orang terus memburuku, ketika aku selalu jadi tajuk utama, itu tidak adil. Aku harap mereka tidak terus mengincarku. Aku harap tidak seperti itu situasinya. Semoga semuanya cuma dugaanku belaka," tuturnya.
Costa menegaskan dirinya terbuka untuk dikritik jika memang bersalah. Tetapi ia juga menyatakan tidak bakal mengubah gaya mainnya, yang dinilai sebagian kalangan terlalu kasar dan keras.
"Silakan saja kritik datang tapi itu harus sesuai kenyataan. Kalau aku bikin kesalahan, akulah yang pertama akan menerima kritik, aku tidak ada masalah dengan itu. Contohnya perilaku diriku lawan Arsenal (ketika ia dihukum karena menampar Koscielny) bukanlah yang terbaik," sebut Costa.
"Aku tahu itu, tapi (yang salah) bukan cuma aku. Ada orang lain yang terlibat (Gabriel). Acapkali aku ditendang, disikut--itu bagian dari sepakbola. Itu terjadi di lapangan tapi aku tak pernah mengeluh. Sepakbola adalah olahraga fisik dan orang harus tahu tak bisa mengubahnya jadi sebuah teater."
"Sepakbola senantiasa jadi olahraga fisik, hal semacam itu terjadi. Tetapi kami adalah atlet profesional dan apa yang terjadi di lapangan tidak merembet keluar. Jadi setelah laga semuanya baik-baik saja. Tapi kalau aku terus dihukum larangan main tiga pertandingan, akan sulit untuk menjaga level permainanku," bebernya.
(krs/rin)










































