Klopp membuat posisi Mourinho di Chelsea kian disorot, usai membawa Liverpool menang 3-1 di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2015) malam WIB. Itu adalah kekalahan keenam The Blues dalam 11 pekan yang sudah berjalan di Premier League sejauh ini.
Dengan koleksi tiga kemenangan dan dua hasil imbang, Chelsea baru punya 11 poin dan menghuni posisi 15 klasemen saat ini. Sang juara bertahan sudah tertinggal 14 angka dari Manchester City dan Arsenal yang bersaing ketat di puncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klopp cuma bisa menyatakan simpati dan menyebut situasi seperti ini wajar terjadi di sepakbola. Tahun lalu, dia mengalaminya bersama Borussia Dortmund di Bundesliga.
Setelah finis sebagai runner-up di musim sebelumnya, Dortmund terseok-seok di separuh awal musim. Mereka melalui 19 laga pertama dengan hanya memetik empat kemenangan dan empat hasil imbang, atau menelan 11 kekalahan (!).
Dortmund bahkan sempat menghuni posisi juru kunci di musim tersebut. Laju mereka baru mulai membaik setelah laga ke-20. Mereka memetik sembilan kemenangan dan cuma kalah tiga kali di 15 pekan terakhir untuk finis di posisi tujuh klasemen.
Berkaca dari pengalamannya itu, Klopp cuma bersyukur klub tetap mempercayainya meski memetik hasil-hasil negatif.
"Saya ikut simpati padanya (Mourinho). Dia adalah pelatih yang hebat. Saya rasa tidak satupun di ruangan ini meragukan bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di dunia," kata Klopp kepada BBC.
"Hal-hal seperti ini terjadi. Saya mengalami situasi yang sama di Dortmund tahun lalu. Hal bagusnya adalah tidak satupun di klub meragukan situasi saya. Saya bersimpati padanya tentu saja, tapi beginilah pekerjaan," tandasnya.
(raw/mfi)











































