Raheem Sterling pernah jadi pemain yang digadang-gadang jadi bagian masa depan Liverpool. Sampai kemudian dia pindah ke Manchester City. Akhir pekan ini, Sterling --dengan seragam City-- berusaha balik membombardir pertahanan The Reds.
Wajar saja jika Liverpool berharap besar pada Sterling. Dinilai berbakat, Sterling melakoni debutnya bersama tim kota pelabuhan itu pada tahun 2012, ketika usianya baru 17 tahun. Semusim kemudian, ia sudah menjadi pemain reguler di tim utama.
Pemain yang juga dibesarkan akademi Liverpool itu bermain sebanyak 129 kali dan mencetak 23 gol dalam empat musim. Catatan yang terbilang bagus, sampai kemudian Sterling berulah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah soal kontrak itu kemudian berubah jadi drama berkepanjangan. Sterling sempat dicap pengkhianat oleh pendukung Liverpool sendiri. Ia juga pernah absen latihan dengan alasan sakit, sampai dokter tim mengecek sendiri dengan datang ke rumahnya.
Pada akhirnya, Sterling dijual ke City. Untuk mendapatkannya, City mengeluarkan uang 49 juta poundsterling, menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah.
"Dia adalah pemain muda dengan kemampuan menakjubkan, dan saya yakin fans Manchester City bakal antusias menyaksikannya bermain untuk tim ini," kata manajer City, Manuel Pellegrini, di situs resmi klub ketika Sterling baru tiba.
Sterling pun dengan cepat menjadi pemain penting buat The Citizens. Dari 12 pertandingan di liga musim ini, Sterling tampil dalam 11 di antaranya. Tapi, hanya 1 kali ia bermain penuh. Pada 10 laga lainnya, ia 9 kali digantikan sebelum laga berakhir dan 1 kali tampil sebagai pemain pengganti.
Toh, Sterling tetap punya kontribusi positif untuk City. Total, ia sudah menciptakan 4 gol dan menyumbang 1 assist untuk City.
Di luar itu, dalam catatan Squawka, ia sudah mengkreasikan 16 peluang untuk City. Ini menjadikannya masuk dalam posisi lima besar kreator peluang terbanyak untuk City di liga, jika dibandingkan dengan gelandang-gelandang City lainnya.
Namun, apakah catatan tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan performanya bersama Liverpool musim lalu? Mari kita bandingkan.
Dalam 11 laga pertama bersama Liverpool musim lalu, Sterling 7 kali bermain penuh, 3 kali diganti sebelum laga berakhir, dan 1 kali tampil sebagai pemain pengganti.
Kala itu, ia sudah mencetak 3 gol dan menyumbang 3 assist untuk Liverpool. Sterling juga mengkreasikan 26 peluang, yang menjadikannya kreator peluang terbanyak Liverpool pada 11 laga pertama musim lalu, bahkan mengungguli Steven Gerrard yang pada titik itu baru mengkreasikan 25 peluang.
Dari catatan tersebut, Sterling memang terlihat lebih "wah" ketika masih berseragam Liverpool --setidaknya sejauh ini. Namun, patut diperhitungkan pula bahwa tugas menyokong serangan dan mengkreasikan peluang di City terbagi rata.
Selain Sterling, City juga masih punya David Silva, Kevin de Bruyne, dan Yaya Toure yang bisa membantu serangan. Kondisi ini berbeda dengan skuat Liverpool musim lalu, di mana Sterling dijadikan tumpuan, sementara Philippe Coutinho kala itu sedang melempem.
(roz/din)











































