Panas-Dingin Klopp dan Pellegrini

Jelang City vs Liverpool

Panas-Dingin Klopp dan Pellegrini

Doni Wahyudi - Sepakbola
Jumat, 20 Nov 2015 13:25 WIB
Panas-Dingin Klopp dan Pellegrini
Getty Images
Jakarta -

Pertemuan terakhir Juergen Klopp dengan Manuel Pellegrini menghasilkan laga penuh ketegangan. Akhir pekan ini di Etihad Stadium, duel Manchester City dengan Liverpool punya potensi keseruan yang sama.

Momen itu terjadi di babak 8 besar Liga Champions musim 2012/2013, Klopp masih melatih Borussia Dortmund sementara Pellegrini menukangi Malaga.

Leg pertama kedua tim berakhir tanpa ada satupun gol yang tercipta. Meski tuntas dengan 0-0, pertandingan berjalan seru dengan kedua tim sama-sama melepaskan tujuh tembakan on target dan penguasaan bola yang berimbang 50:50.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah pertemuan kedua di Signal Iduna Park yang berjalan sangat dramatis. Malaga yang jadi kudah hitam di Liga Champions musim tersebut unggul lebih dulu melalui Joaquin di menit 25, namun Robert Lewandowski berhasil menyamakan kedudukan lima menit sebelum turun minum.

Delapan menit sebelum pertandingan tuntas, Eliseu membuat Malaga kembali memimpin. Skor 2-1 sementara waktu tersisa sangat sedikit membuat Malaga sepertinya akan membuat sejarah lain dengan lolos ke semifinal.

Namun Dortmund bisa menyamakan kedudukan dan malah membalikkan keadaan. Mereka mencetak dua gol di periode injury time. Marco Reus di menit 90+1 dan Felipe Santana pada 90+3.

"Mereka tidak menginginkan kami ke semifinal. Setelah kami unggul 2-1, banyak sekali kesalahan dibuat wasit...sulit buat klub yang tidak diinginkan (Malaga) untuk bisa masuk semifinal," seru Pellegrini dengan penuh emosi ketika itu.

Luapan kekecewaan yang dikeluarkan Pellegrini ketika itu sangat jarang terlihat pada manajer asal Chile itu. Pellegrini sebelumnya, dan sampai kini, lebih dikenal sebagai manajer yang kalem. Dia dingin, monoton, dan bahkan dianggap wartawan Spanyol sedikit membosankan.

Pellegrini juga dinilai suka mengeluarkan pernyataan yang itu-itu saja jika ditanya soal calon lawannya. 'Pertandingan yang sulit', 'laga yang penting'. Kata-kata itu berulang kali diucapkan Pellegrini untuk mendeskripsikan rival.

Klopp, di sisi lain, sosok yang berbeda. Klopp adalah periang. Dia seperti tak pernah kehilangan semangat, sejak di pinggir lapangan, ruang konferensi pers sampai pusat latihan klub. Dia juga dikenal humoris, yang ditunjukkan dengan seringnya dia tersenyum lebar dan tawa besar.

"Kami punya busur dan anak panah dan jika kami membidiknya dengan benar maka kami akan bisa mengenai target. Masalahnya adalah Bayern (Munich) punya bazooka," cetus Klopp saat ditanya soal persaingan dengan Bayern Munich beberapa musim lalu.

Begitulah Klopp. Dia sosok yang selalu antusias, yang disukai wartawan karena komentar-komentarnya yang 'quotable'.

Lalu bagaimana potensi pertemuan keduanya di Etihad Stadium, Minggu (22/11/2015) dinihari WIB?

Seperti pertemuan terakhir di Signal Iduna Park, laga besok lusa juga punya peluang berjalang sengit.

BBC mencatat kalau dalam enam pertemuan terakhir kedua tim di Premier League ada 23 gol tercipta (12 untuk City dan 11 bagi Liverpool). Itu artinya dalam setiap laga tercipta 3,8 gol.

(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads