Liverpool di Anfield, berbeda dengan Liverpool kala bermain di markas lawan, lesu dan tak bergairah. Juergen Klopp pun tak ingin 'Si Merah' tampil bak kurang darah lagi dan harus mampu menyenangkan pendukungnya lagi.
Menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (22/11/2015) dinihari WIB kemarin, Liverpool tampil luar biasa dan membawa pulang kemenangan dengan skor telak 4-1. Hasil yang niscaya sudah membangkitkan moril para pemain untuk hadapi sisa musim ini.
Apalagi laga di kandang City adalah laga terakhir dalam rangkaian tujuh laga tandang berat yang harus dilakoni Liverpool di awal musim ini. Dari tujuh laga itu, hanya sekali Liverpool kalah yakni saat tumbang 1-3 di kandang Manchester United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah meraih dua kemenangan tandang beruntun dari Chelsea dan City, Liverpool dituntut untuk tampil sama bagusnya saat melakoni laga kandang di Anfield, di mana musim ini mereka kerap tampil lesu di sana.
Liverpool cuma berada di posisi ke-11 klasemen dalam hal performa kandang, bandingkan dengan performa tandang mereka yang menempati urutan lima terbaik. Di Anfield, Liverpool cuma menang dua kali, seri dua kali, dan dua kali kalah dengan yang terakhir ditumbangkan Crystal Palace 1-2.
Maka dari itu, Juergen Klopp pun mewanti-wanti agar anak asuhnya mampu menampilkan performa yang oke juga di kandang. Dua laga home ke depan, yakni melawan Bordeaux (Liga Europa) dan Swansea City jadi ujian untuk The Reds.
"Saya tentu sangat ingin memenangi laga seperti ini di Anfield. Itulah tantangan kami selanjutnya. Kami akan melawan Bordeaux lalu Swansea, dan untuk saat ini saya tidak tahu banyak soal Swansea," ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.
"Jika mereka melihat penampilan kami melawan Crystal Palace, mungkin mereka akan menempatkan 50 orang di daerah pertahanan dan hanya bermain bola-bola panjang?," sambungnya.
"Maka kami harus segera menemukan solusinya dan kami akan melakukan itu, tapi kami juga harus mencetak gol-gol di saat yang tepat," tuntas Klopp.
(mrp/cas)
