Sejak direkrut dari Bayern Munich pada musim panas lalu, Schweinsteiger langsung jadi pilihan utama manajer Louis van Gaal untuk mengisi posisi gelandang tengah. Pemain berusia 31 tahun itu biasanya dipasangkan dengan Morgan Schneiderlin atau Michael Carrick.
Schweinsteiger sejauh ini telah tampil pada 20 pertandingan bersama MU. Dalam catatan whoscored, jumlah umpan kuncinya rata-rata 0,4 per laga, jumlah operan rata-rata 62,9 per laga, umpan panjang rata-rata 4,2 per laga, umpan terobosan rata-rata 0,1 per laga, dan akurasi umpan 85,5 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda mengharapkan lebih dari Schweinsteiger, seorang pemain yang telah memenangi Piala Dunia dan Liga Champions," ujar Scholes di Manchester Evening News.
"Seni terindah sebagai seorang pemain tengah adalah menemukan ruang, bukan di posisi back four atau bek kiri, tapi di tengah lapangan yang merupakan area paling padat pemain, dan membantu para pemain depan Anda," imbuh mantan gelandang MU itu.
"Ada terlalu banyak operan sebelum masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan, yang menjadi alasan kenapa penyerang-penyerang seperti Wayne Rooney kesulitan. Mereka tak mendapat bantuan. Dua gelandang tengah bermain 10 yard di belakang dua bek tengah dan memainkan operan-operan mudah," tambah Scholes.
"Saya tak keberatan dengan itu, mencari sedikit ruang jika Anda akan mengumpan ke depan atau melepaskan umpan panjang. Namun, dia terlalu banyak menyentuh bola dan dia secara konstan mundur ke belakang," ujarnya.
"Schweinsteiger mengirim backpass ke kiper dan dia bermain setiap pekan. Jadi, manajer pastinya senang dengan cara mereka bermain," kata Scholes.
(mfi/din)











































