Musim lalu pertandingan di King Power Stadium itu berlangsung pada Pekan 5. Saat itu MU tampaknya akan melenggang meraih kemenangan keduanya musim tersebut, setelah menggasak Queens Park Rangers 4-0 di pekan sebelumnya, berkat keunggulan 2-0 di 16 menit awal.
Akan tetapi, Leicester kemudian menggebrak bangkit. The Foxes menipiskan ketinggalan jadi 1-2 di paruh waktu dan bahkan berbalik menang 5-3 saat peluit akhir dibunyikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Vardy yang dapat disebut sebagai "biang kerok" untuk MU di laga tersebut. Menariknya, laga lawan 'Setan Merah' adalah debutnya sebagai starter di Premier League; ia absen di dua laga awal musim 2014-15 lalu jadi pemain pengganti dalam dua laga berikutnya.
Pertandingan lawan MU itu kian spesial untuk Vardy karena di laga inilah ia mencetak gol perdananya di Premier League. Selain satu gol tersebut, Vardy juga menjadi arsitek dari empat gol Leicester lainnya. Kecemerlangan Vardy saat itu turut membuat Tyler Blackett dikartu merah akibat melanggarnya di kotak penalti--yang berujung pada gol penutup dalam kemenangan Leicester.
Di King Power Stadium akhir pekan ini, bukan tidak mungkin Vardy akan kembali menjadi teror untuk pertahanan MU. Apalagi penyerang Inggris 28 tahun itu kini akan tampil dengan predikat lebih kinclong: topskorer sementara Premier League, yang juga membidik rekor baru dalam hal konsistensi mencetak gol di pertandingan Premier League secara berturut-turut.
Tentu akan amat spesial buat Vardy jika bisa mencetak rekor baru itu dengan cara menjebol gawang klub tersukses Liga Inggris yang juga menjadi korban gol pertamanya di Premier League.
(krs/mrp)











































