Pada pertandingan di Anfield, Liverpool lebih dominan dengan menguasai 54 persen bola dibandingkan 46 persen milik Swansea. Liverpool juga lebih agresif dengan menciptakan 10 percobaan (dua on target) sedangkan Swansea delapan percobaan tanpa satupun yang mengarah ke sasaran.
Liverpool lebih agresif di awal-awal babak pertama. Sebuah gol cepat nyaris tercipta lewat Jordon Ibe kalau Kyle Bartley tidak melakukan sapuan yang membuat bola membentur tiang gawang. Setelah berimbang 0-0 sampai turun minum, Liverpool barulah bisa mencetak gol di awal babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini adalah kemenangan pertama Liverpool di liga sejak dilatih Juergen Klopp pada pertengahan Oktober usai sebelumnya Liverpool diimbangi Southampton 1-1 dan kalah dari Crystal Palace 1-2. Sementara itu, Milner dkk. melanjutkan tren positifnya pasca menggasak Manchester City 4-1.
"Tadi memang bukanlah salah satu dari laga-laga yang menarik. Penting untuk menang," ungkap Milner di BBC Sport. "Kemenangan melawan Manchester City pad apekan lalu akan sia-sia apabila kami tidak menang."
"Tadi adalah pertandingan yeng berat. Aku tidak mengira itu akan menjadi pertandingan terbaik untuk disaksikan dan itu semua cuma soal mendapatkan tiga angka."
Liverpool mendapat dorongan besar setelah kembalinya Daniel Sturridge dan Jordan Henderson, masuk di babak kedua. "Senang sekali bisa melihat mereka di sana karena mereka sangat dirindukan ketika absen," tambah Milner.
(rin/roz)











































