Mourinho, yang asal Portugal, mengatakan itu setelah adanya berita pemecatan manajer Swansea City, Garry Monk, yang membuat kini hanya ada delapan manajer asli Inggris Raya di Liga Inggris. Sisanya 12, termasuk Mourinho, adalah mereka manajer asing yang mencari kerja di Inggris.
Musim ini Brendan Rodgers jadi manajer Inggris Raya yang pertama kali kehilangan pekerjaannya, setelah Liverpool menggantikannya dengan Juergen Klopp yang asal Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho lantas membandingkan Premier League dengan Liga Super Portugal, yang mana sebagian besar klub dilatih orang lokal. Belum lagi persebaran pelatih-pelatih Portugal di klub-klub Eropa lainnya.
"Saya pikir awalnya Premier League itu tidak ramah untuk manajer-manajer asing dan sangat sulit untuk datang ke sini," ujar Mourinho seperti dilansir Soccerway.
"Untuk datang ke sini, anda harus punya pencapaian bagus. Saya pikir saya cukup pantas berada di sini. Anda datang ke negara nomor satu di persepakbolaan Eropa, kompetisi nomor satu, dan Anda merasa Anda pantas ada di sini," sambungnya.
"Saya pikir saat ini terlalu mudah. Saat ini jumlah manajer asing terlalu banyak di Premier League, bahkan di level Championship, dibanding para manajer Inggris, atau dalam hal ini Inggris Raya."
"Inggris Raya itu punya manajer-manajer bagus. Hanya itu yang bisa saya katakan, sejak kali pertama saya dulu datang ke sini dan sekarang, tidak diragukan bahwa Anda punya banyak manajer bagus," tutupnya.
(mrp/cas)











































