Mantan pemain Arsenal, Martin Keown, mengibaratkan Jose Murinho seperti mata uang dengan dua sisinya. Kini, sisi kekanak-kanakanlah yang sedang dipertontonkan The Special One.
Tak perlulah menanyakan sukses Mourinho sebagai manajer. Sebuah tim yang ditangainya seolah mempunyai garansi untuk mendapatkan trofi dalam musim itu.
Faktanya, Porto yang bukan tim favorit di level Eropa mampu menjadi juara Liga Champions di musim 2003/2004. Chelsea di antaranya menjadi tiga kali juara liga, Inter Milan juga mencatatkan diri dua kali sebagai juara Serie A dan juara Liga Champions di musim 2009/2010. Real Madrid juga menjadi juara La Liga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncaknya Mourinho dilepas Chelsea beberapa hari setelah The Blues dikalahkan Leicester City. Keputusan itu menjawab spekulasi sejak beberapa pekan terakhir.
Manajemen tim menyebut perselisihan dengan pemain menjadi penyebab utama pemecatan itu. Kalimat-kalimat pedasnya menjadi dimaknai berbeda oleh para pemain ketika situasi tim sedang memetik kekalahan-kekalahan beruntun.
Keown menyebut itu memang sudah jadi sisi lain Mourinho. Dia memang kurang bijaksana mengontrol emosinya.
"Saat situasi sudah tenang, dia akan menjadi seornag legenda di Chelsea dan salah satu manajer terbaik di Premier League," kata Keown seperti dikutip Daily Star.
"Saat dia menjalankan tugasnya dia terlihat begitu cemerlang dan amat bagusnya. Tapi ketika dia mengklaim seluruh dunia menyerang dia maka dia sudah menunjukkan sifat kekanakan yang amat menyebalkan.
"Tapi ini bukan akhir pertunjukan Jose Mourinho. Dia akan kembali," ucap dia.
Terkait spekulasi pemecatan Mourinho, Keown sudah memprediksinya. Apalagi jika berkaca kepada nasib manajer-manajer sebelumnya.
"Dengan rekam jejak Chelsea yang sering memecat manajer sudah cukup bagus dia bertahan sejauh ini," ucap dia.
(fem/krs)











































