Vardy menjadi fenomena baru di Liga Inggris musim ini. Dia sudah mencetak 15 gol dalam 17 pertandingan dengan 11 di antaranya dibuat dalam 11 pertandingan beruntun. Sebuah rekor yang melebihi pencapaian Ruud van Nistelrooy di Manchester United 2003.
Donasi itu berhasil membuat Leicester City menguasai puncak papan klasemen Liga Inggris. Laju tersebut amat bertolak belakang dengan musim lalu dengan ada di urutan paling buncit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Vardy memang dikenal sebagai sosok pekerja keras oleh rekan-rekannya. Pemain yang akan berumur 29 tahun pada 11 Januari mendatang juga bermain dengan sepenuh hati, baik dalam latihan atau pertandingan. Satu lagi, Vardy tak melulu berpatokan kepada penguasaan bola.
"Itu bukan sekadar tembakannya, tapi juga pergerakannya. Selain itu, hasrat dia untuk mencapai menguasai area dan menjaga jarak. Dia mengisi tepat di bahu para lini belakang dan itu sebuah seni kematian di sepakbola," kata Schmeichel seperti dikutip Four Four Two.
"Sepakbola amat terobsesi dengan penguasaan bola dan passing. Nah, apa yang hebat pada Vardy adalah dia mempertontonkan kalau dua hal itu tak penting.
"Sungguh amat layak dia mendapatkannya. Saya melihat dia bekerja amat keras selama 3,5 tahun terakhir ini. Setiap hari. Dalam pertandingan dia bekerja keras seperti para pemain-pemain lainnya di Premier League atau bahkan mungkin di seluruh dunia," jelas dia.
Vardy dan Leicester City akan diuji Liverpool pada Boxing Day, 26 Desember ini. Setelah itu mereka akan menjamu Manchester City.
(fem/mfi)











































