Sudah empat musim ini suporter Aston Villa "jantungan" karena tim kesayangan mereka makin akrab dengan zona degradasi. Penyebabnya jelas: mereka tak akrab dengan kemenangan.
Di musim lalu Villa masih bisa selamat setelah manajernya, Tim Sherwood, bisa memposisikan tim tersebut di peringkat ke-17 dari 20 kontestan. Itulah posisi terburuk klub kota Birmingham tersebut dalam kurun waktu 20 tahun.
Tanda-tanda Villa mulai goyah adalah di musim 2011/2012 ketika mereka finis di urutan ke-16. Di musim berikutnya mereka hanya naik satu peringkat, alias menduduki posisi ke-15 di klasemen akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergantian manajer dari Sherwood, Kevin MacDonald (caretaker), sampai Remi Garde (per 2 November 2015), ternyata tak mendatangkan perubahan besar. Garde, yang sebelumnya melatih Olympique Lyon, ternyata juga menghadapi kesulitan besar untuk mengatrol tim tersebut.
Dalam 10 pertandingan pertamanya Garde tak sekalipun memenangkan Villa – hanya 5 kali seri plus 5 kali kalah. Tak heran jika Villa terlalu "kokoh" menguasai posisi juru kunci di klasemen.

Baru tadi malam (12/1/2016) Villa akhirnya bisa kembali menang. Menjamu Crystal Palace di Villa Park, mereka unggul 1-0 lewat gol Joleon Lescott di menit 58. Gol itu pun terbantu oleh kecerobohan kiper lawan, Wayne Hennessey, saat mencoba menghalau bola di udara dari sepak pojok, dan Lescott berhasil memanfaatkan momen itu lewat sundulan.
"Kami memang layak menang kok. Sesuai rencana, kami berhasil terus menekan mereka. Memang cuma menang 1-0 dari tendangan sudut, tapi kami menciptakan banyak peluang dan mencoba menyerang. Ini kemenangan yang baik buat kami," ucap Garde seusai pertandingan, dikutip Sky Sport.
Kemenangan pertama setelah 19 laga berturut-turut tidak menang, tentu saja sebuah kebaikan. Hanya mencetak satu gol dari 20 attempt di pertandingan melawan Palace tersebut tetaplah sebuah kebaikan, ketimbang tidak menang lagi. Plus, untuk pertama kalinya menundukkan Palace di liga sejak Maret 1998, tentu sebuah kebaikan yang penting pula.

"Senang rasanya jika suporter tetap memberikan dukungannya kepada para pemain. Ini sangatlah penting dan saya selalu mengatakan itu. Upaya para pemain telah membuahkan sikap yang baik pula dari fans," tukas Garde, yang pernah tiga tahun bermain di Liga Inggris bersama Arsenal (1996-1999).
Setelah ini Villa akan menghadapi tim yang sedang mengejutkan semua orang: Leicester City. Duel mereka akan terjadi di Villa Park pada hari Sabtu (16/1) mendatang. Akankah kebaikan itu masih berlaku?
(a2s/krs)










































