Louis van Gaal dan Juergen Klopp bukan cuma datang dari dua zaman berbeda. Keduanya juga punya tabiat yang bertolak belakang soal bagaimana bermain sepakbola.
Setelah empat tahun berlalu, Klopp dan Van Gaal akan kembali berhadapan. Di Anfield, Minggu (17/1/2016) malam WIB, keduanya akan duduk (dan berdiri) di pinggir lapangan yang sama saat Liverpool menjamu Manchester United.
Sebelumnya mereka sudah berhadapan empat kali, saat masih di Bundesliga. Klopp di Dortmund dan Van Gaal bersama Bayern Munich, mereka bertemu di musim 2009/2010 dan 2010/2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan pendukungnya sendiri Dortmund sebenarnya bisa lebih dulu membuka keunggulan melalui Mats Hummels. Tapi gawang mereka kemudian digelontor lima kali melalui aksi Mario Gomez, Bastian Schweinsteiger, Ribery dan Thomas Muller (2 gol).
Pada paruh kedua musim Dortmund gagal membalas kekalahan itu. Di Allianz Arena Klopp dan timnya kembali kalah dengan skor 1-3.
Pembalasan baru bisa dilakukan Klopp pada musim selanjutnya. Di Westfalenstadion, Dortmund meraih kemenangannya yang keenam secara beruntun setelah mengalahkan Bayern dengan 2-0. Die Roten tengah dalam periode buruk saat itu, kekalahan di kandang Dortmund adalah yang ketiga mereka dapat dalam tujuh pertandingan.
Klopp akhirnya bisa melakukan pembalasan sempurna karena ketika main di Allianz Arena kemenangan kembali bisa didapatkan. Pada 26 Februari ketika itu, Bayern dipermalukan 1-3. Itu menjadi kemenangan bersejarah untuk Dortmund karena untuk kali pertama dalam dua dekade mereka bisa dapat poin maksimal di kandang Bayern.
Poin penuh dari Allianz Arena itu makin mengokohkan Dortmund di puncak klasemen, dengan keunggulan 16 poin dari Bayern. Di akhir musim Dortmund jadi juara, dan Van Gaal pergi dari klub Bavaria itu pada akhir musim.
Berbicara soal Klopp dan Van Gaal, keduanya adalah sosok yang bertolak belakang. Bukan hanya usia, tapi juga soal bagaimana memainkan sepakbola.
Van Gaal setiap dengan ball possession-nya - yang membuat MU menjadi klub dengan penguasaan bola tertinggi di Premier League kini. Meneer asal Belanda itu lebih memilih mengalirkan bola ke sisi lapangan demi menjaga penguasaan, dan bahkan menggiringnya lagi kembali ke belakang.
Di sisi lain, Klopp bisa dibilang adalah orang terdepan yang bisa disebut saat membicarakan permainan menekan. Klopp cuma paham satu hal: pressing dan mengalirkan bola ke depan, meski itu berarti risiko kehilangan penguasaan bola sangat besar.
Klopp juga pelatih yang sangat ekspresif (bahkan cenderung eksplosif) dengan lompatan dan lari-larinya di teknikal area. Sedangkan Van Gaal jarang sekali berdiri di atas kedua kakinya karena dia lebih sering sibuk dengan pensil dan buku catatan di kursi pemain cadangan.
| Klopp | Β | Van Gaal |
| 4 | Main | 4 |
| 2 | Menang | 2 |
| 0 | Seri | 0 |
| 2 | Kalah | 2 |
| 7-9 | Selisih Gol | 9-7 |











































