Dari 22 laga tersebut, rasio kemenangan "Si Merah" kurang dari setengahnya, tepatnya 45,45%. Rinciannya, mereka baru menang 10 kali, seri 7 kali, dan kalah lima kali.
Terakhir, dalam duel klasik mereka melawan Manchester United --yang sejatinya juga belum impresif di musim ini--, Jordan Henderson dkk. kalah 0-1 di Anfield.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi produkvitas gol pun Liverpool masih seret: hanya memasukkan 17. Bahkan, angka kebobolan mereka lebih banyak, yakni 18.
Klopp dari banyak kesempatan memang selalu menghindar dari ekspektasi tinggi. Dia bahkan sempat "tersinggung" sewaktu ditanya wartawan dalam jumpa pers pertamanya, apakah dia bisa membawa klub Merseyside ini menjadi juara liga.
Apakah tidak ada sama sekali perubahan yang sudah ditancapkan Klopp buat Liverpool? Kalau melihat hasil di atas, ya tidak. Hanya saja, menurut banyak kalangan, pola permainan Liverpool memang mulai beda.
Gegenpressing ramuan Klopp sudah mulai kelihatan, sampai-sampai para pemain kabarnya "ngos-ngosan" untuk mengadaptasi perubahan sistem tersebut. Konsekuensi dari pola ala "wamil (wajib militer)" itu, sejumlah pemain mudah cedera.
Meski secara hasil belum ada perubahan besar, tapi Klopp masih punya banyak waktu dan kesempatan. Liga masih menyisakan 16 pertandingan, mereka pun masih bertahan di kompetisi Liga Europa dan Piala Liga.
(a2s/roz)










































