Leicester membuktikan kalau tim manapun bisa menjadi kandidat juara di Premier League. Faktanya, The Foxes yang sepanjang sejarah hanya bisa mencatatkan prestasi tertinggi sebagai runner up Liga Inggris musim 1928/1929 dan musim lalu penghuni dasar klasemen itu, kini bisa konsisten di papan atas.
Di pekan ke-22 ini Leicester ada di urutan kedua, kalah dari Arsenal yang jadi pemuncak klasemen. Kedua tim mengoleksi nilai setara 44 tapi Leicester kalah selisih gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini liga yang edan dan kami ingin menakuti liga gila ini. Saya ingin menjadi orang yang paling gila dan membuat tim yang paling edan di Premier League," kata Ranieri seperti dikutip Daily Star.
"Liga ini liga yang edan. Kalau liga ini adalah sebuah liga yang wajar-wajar saja maka Leicester tak akan ada di posisi puncak.
Tapi Ranieri tetap tak mau membicarakan peluang Leicester bermain di level Eropa musim depan. Dia meminta agar fans bersabar hingga akhir musim menentukan posisi Leicester.
"Saya tahu kalimat seperti apa yang Anda inginkan, tapi Anda kan juga tahu apa yang tidak ingin saya katakan. Tunggulah sebentar lagi," ucap dia.
(fem/nds)











































