Sabarnya Klopp Menanti Sturridge

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Jumat, 22 Jan 2016 10:38 WIB
Foto: Getty Images/Clive Rose
Liverpool - Juergen Klopp mengakui ia bukan tipe orang yang sabar. Tapi untuk urusan terkait kesembuhan Daniel Sturridge, Klopp tidak akan menyerah untuk menunggu.

Dalam satu tahun terakhir, karier Sturridge di Liverpool lebih banyak diwarnai cedera. Musim ini saja, striker internasional Inggris itu baru tampil enam kali untuk The Reds.

Pertandingan melawan Newcastle United pada awal Desember lalu adalah penampilan terakhir Sturridge di atas lapangan. Setelahnya, Sturridge kembali harus masuk ruang perawatan karena cedera hamstring dan absen dalam 11 laga terakhir Liverpool.

Serangkaian cedera otot membuat Sturridge juga harus absen berlatih. Belum lama ini, Klopp menyatakan bahwa pemain berusia 26 tahun itu sudah tidak berlatih selama satu bulan terakhir.

Karena lebih sering cedera, masa depan Sturridge di Anfield pun mulai menjadi spekulasi. Belum lama ini, West Ham dikabarkan tertarik pada Sturridge meski kemudian kabar itu dibantah oleh sang manajer, Slaven Bilic.

Soal masa depan Sturridge, Klopp menegaskan bahwa ia tak perlu membuat keputusan soal hal tersebut. Meski mengaku bukan orang yang sabar, Klopp masih akan setia menunggu kesembuhan Sturridge, sama seperti saat ia menantikan pulihnya Ilkay Guendogan semasa di Borussia Dortmund.

"Kami harus membuat keputusan soal apa? Saya punya kontrak 2,5 tahun lagi dan baru di sini tiga atau empat bulan. Itu bukan masalah," ujar Klopp seperti dikutip Guardian.

"Saya punya 15 bulan bersama Ilkay Guendogan (di Borussia Dortmund) di mana kami semua harus menunggu tapi dia cedera punggung dan kami tidak punya peluang untuk memaksanya. Masalah Daniel bukan punggung tapi otot."

"Terlepas dari tanggung jawab, kami harus melakukan segalanya yang kami mampu untuk memberinya kekuatan fisik agar bisa bermain di Premier League. Kami semua tahu cukup mudah baginya ketika dia fit tapi saat ini tidak. Kami tidak bisa mengubahnya dan saya tidak berpikir untuk membuat keputusan soal dirinya saat ini," lanjutnya.

"Punya pemain seperti Daniel di skuat Anda adalah situasi yang bagus dan ketika tidak memungkinkan untuk menurunkannya, itu bukan situasi yang bagus."

"Kita harus sabar. Itu sejujurnya bukan kemampuan terbaik saya, tapi dalam hal ini saya tidak punya pilihan lain," katanya.

(nds/raw)