Soal Kondisi Sturridge, Kinerja Staf Medis Liverpool Disorot

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 29 Jan 2016 08:24 WIB
Foto: Getty Images Sport/Michael Regan
Liverpool - Daniel Sturridge belum juga terbebas dari cedera. Eks manajer Liverpool Graeme Souness yakin divisi medis klub bisa bekerja lebih baik mencari tahu penyebabnya.

Sepanjang musim ini penampilan Sturridge masih terbatasi karena cedera. Penyerang 26 tahun itu baru tampil enam kali di berbagai ajang, itupun hanya dua kali yang dilalui secara penuh. Dari jumlah penampilan itu Sturridge masih mampu unjuk ketajaman dengan mencetak empat gol.

Soal ketajaman sendiri penyerang internasional Inggris itu sudah tak diragukan lagi kemampuannya. Di musim 2013/2014 misalnya, dia tampil impresif dengan mencetak 22 gol dari 29 penampilan di Premier League. Secara keseluruhan, eks Chelsea itu mencetak 25 gol dari 33 laga di berbagai ajang.

Tapi sebagaimana gol-gol mengalir dari kakinya, cedera juga mudah hinggap ke tubuhnya. Di musim 2013/2014 dia sempat absen cukup lama karena cedera engkel.

Di musim berikutnya, persoalan cedera menjadi amat mengganggunya karena hanya mampu bermain 12 kali di Premier League atau 18 kali secara keseluruhan kompetisi. Di tahun ini dia mencetak cuma lima gol, sementara mengalami setidaknya tiga cedera berbeda yakni mengalami ketegangan pada otot paha, cedera hamstring, lalu juga cedera panggul.

Musim ini, Sturridge masih belum bermain lagi setelah terakhir kali pada awal Desember lalu. Dia disebut-sebut tak kunjung bugar untuk bermain, yang menjadi keprihatinan besar untuk Souness.

"Daniel Sturridge sudah banyak cedera sebelum kedatangan Klopp. Sturridge seharusnya menjadi nama pertama di daftar tim karena dia punya kualitas bagus, tapi nyatanya tidak begitu," katanya kepada Omnisport.

"Kalau dia dinyatakan fit pada hari Senin dan kemudian ketika Anda menuliskan daftar tim pada hari Jumat, Anda tak menampilkan pemain nomor sembilan tersebut karena tahu pada hari Sabtunya Sturridge mungkin tidak fit, itu adalah masalah."

"Jadi alih-alih menjadi nama pertama, dia akan menjadi nama terakhir di daftar tim dan tidak seharusnya demikian," tambahnya seperti dikutip soccerway.

Souness lantas menyoroti kinerja staf-staf medis Liverpool. Krisis pemain karena badai cedera yang mayoritas karena masalah hamstring belum lama ini dijadikannya sebuah patokan, bahwa sepatutnya ada program lebih baik untuk menjaga para pemain.

"Saya rasa mereka sudah mendapatkan serangkaian cedera hamstring yang mungkin sudah ditimbulkan oleh diri sendiri. Rasanya itu adalah sesuatu yang perlu diperhatikan. Mendapatkan enam atau tujuh cedera hamstring di waktu bersamaan itu bukan sebuah kebetulan," demikian Souness. (raw/nds)