Ketika mencetak gol kedua dan memastikan kemenangan timnya atas Swansea City, itulah sebuah momen istimewa yang lain dari seorang Danny Rose untuk Mauricio Pochettino.
Rose menjadi pahlawan Tottenham Hotspur saat menjamu Swansea di White Hart Lane, Minggu (28/2/2016), dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-27. Golnya di menit 77, membuat Spurs berbalik menang (2-1), setelah tertinggal satu gol di babak pertama. Gol penyama dibuat pemain pengganti, Nacer Chadli.
"Saya sampai teriak, hampir menghambur lari. Lega sekali ketika kami mencetak gol kedua itu, Momen yang sangat emosional. Saya sangat senang karena kami memang layak menang, dan suporter pantas mendapatkan hasil ini," ujar sang manajer, Pochenttino, seusai laga, seperti dikutip dari situs resmi Spurs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim lalu Rose memenangi "duelnya" melawan Davies, karena lebih sering dimainkan oleh Pochettino. Padahal, di musim panas 2014, kala Tottenham mendatangkan Davies dari Sunderland, fans cenderung akan lebih menyukai pemain muda Wales tersebut.
Baca juga: Poch, Oh, Poch
Rose bagaimanapun punya cerita tersendiri buat Pochettino. Dia ternyata pemain pertama yang dihampiri manajer asal Argentina itu setelah ditunjuk sebagai arsitek baru The Lilywhites.
"21 bulan lalu, pertemuan pertama saya dengan pemain Tottenham adalah dengan dia (Rose)," ungkap Pochettino.
"Waktu itu para pemain sedang liburan, dan saya memanggil dia untuk datang ke kantor. Saya merasa senang dan memberi dia kesempatan untuk bertahan di sini dan bekerja dengan kami.
"Kami sangat senang karena dia sedang menunjukkan kualitasnya dan juga membantu tim ini," sambung POchettino.
Salah satu apresiasi khusus Pochettino kepada Rose adalah dengan memberinya ban kapten dalam pertandingan Piala FA melawan Leicester City pada 10 Januari lalu. Itulah kali pertama Rose menjadi kapten Spurs.
(a2s/mfi)











































