Sudah tampil angin-anginan, United juga tersingkir dari persaingan untuk merebut gelar juara di berbagai ajang. Dimulai dari tersingkir di babak grup Liga Champions, lalu terdepak di babak knock-out Liga Europa, dan gelar juara Premier League pun jauh dari angan-angan.
Jangankan untuk meraih gelar juara liga, untuk sekadar masuk ke dalam empat besar saja United harus bersusah payah. Sempat hanya berselisih satu poin dari penghuni posisi keempat, Manchester City, jarak kini melebar lagi menjadi empat poin setelah kalah dari Tottenham Hotspur akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, yang bikin kemenangan itu jadi menarik adalah bagaimana para pemain muda United tampil sebagai penentu. Penyerang berusia 18 tahun, Marcus Rashford, kembali mencetak gol. Sebelumnya, Rashford juga sempat jadi penentu kemenangan United ketika menghadapi Manchester City di derby Manchester beberapa waktu lalu.
[Baca Juga: Bocah Lokal, Anak SMA, Bikin Gempar Derby Kota]
Rashford adalah berkah terselubung untuk United. Ia masuk ke dalam starting XI United setelah beberapa penyerang utama mereka cedera. Tak dinyana, Rashford malah jadi andalan. Sejauh ini, ia sudah tampil 11 kali di semua ajang dan mencetak 6 gol. Pencapaian terbaiknya adalah ketika ia dua kali membobol gawang Arsenal di Premier League.
Dini hari tadi, Rashford mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Anthony Martial. Setelah mengecoh beberapa bek lawan, Rashford lantas melepaskan sepakan ke arah tiang jauh dan gawang West Ham pun bobol.
Martial, si pemberi assist, juga tidak kalah sensasional. Dibeli dengan harga mahal (36 juta poundsterling --dan bisa bertambah menjadi 58 juta pounds, tergantung pencapaiannya bersama United), Martial mencuri perhatian dengan membobol gawang Liverpool pada laga debutnya.
Dalam 26 laga di Premier League musim ini, Martial mencetak 8 gol dan menyumbang 3 assist. Secara keseluruhan, pemain berusia 20 tahun ini sudah tampil 42 kali di semua ajang dan mencetak 13 gol.
[Baca Juga: Buang-Buang Uang untuk Anthony Martial]
Bocah terakhir yang tidak kalah mencuri perhatian adalah Tim Fosu-Mensah. Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, berusia 18 tahun ini adalah jebolan akademi Ajax. Ia masuk ke dalam skuat utama menyusul minimnya stok pemain di lini belakang.
Fosu-Mensah terbilang serba-bisa. Ia bisa dimainkan sebagai bek kiri, bek kanan, bek tengah, dan juga gelandang bertahan. Dalam beberapa laga terakhir, ia dimainkan sebagai bek kanan di starting XI, mengungguli pemain-pemain yang lebih senior seperti Matteo Darmian dan Antonio Valencia.
Fosu-Mensah terbilang lugas. Assist pertamanya untuk United, yang ia buat ketika menghadapi Everton di Premier League, lahir berkat keberaniannya menusuk ke kotak penalti lawan, sebelum akhirnya melepaskan crossing datar kepada Martial.
Ia juga terbilang berani keluar dari posisinya untuk mengejar bola. Oleh beberapa pengamat, keberaniannya ini dipuji dan dianggap jadi penyegar mengingat betapa kakunya permainan United musim ini.
(roz/din)










































