Leicester City membuang peluang memastikan titel Premier League lewat hasil teranyarnya. Kini tinggal menanti bagaimana Tottenham Hotspur merespons.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya Leicester memiliki peluang untuk mengunci gelar juara liga musim ini ketika menyambangi Manchester United di Old Trafford, Minggu (1/5/2016) malam tadi. Tetapi skor akhir 1-1 membuat peluang itu melayang.
Pun demikian, Leicester masih tetap berada dalam posisi terbaik untuk jadi kampiun Premier League musim ini; keunggulan delapan angka dari Spurs di posisi dua membuat rivalnya itu mutlak harus memenangi laga-laga sisa untuk tetap terlibat dalam persaingan.
[Baca juga: Kans Laga di Stamford Bridge Kembali Pastikan Titel]
Dengan demikian, Spurs tak pelak harus bisa menundukkan Chelsea, salah satu rivalnya di kota London yang akan menunggu di kandang mereka sendiri, demi bisa terus bersaing dengan Leicester.
Menilik statistik, seperti dicatat BBC, ini bukan perkara mudah mengingat Spurs belum pernah lagi menang di markas Chelsea sejak Februari 1990. Dalam periode itu, sepanjang 25 laga, Chelsea menang 17 kali dan seri delapan kali saat menjamu Spurs.
Sudah begitu Chelsea, yang sudah tak lagi mengejar apa-apa terkait posisi di papan klasemen, sudah pasti takkan sudi tunduk dari Spurs--lagi-lagi mengingat keduanya merupakan rival di London, dan boleh jadi akan lebih senang jika Leicester yang juara.
"Jadi ini akan menjadi sebuah laga yang amat berat buat timnya Mauricio Pochettino," sebut Alan Shearer, mantan penyerang tim nasional Inggris yang kini menjadi analis sepakbola, di BBC.
"Leicester sudah menjalani pertandingannya, sekarang giliran Tottenham dan kita akan mengetahui apakah mereka dapat merespons," lanjutnya.
Jelang Chelsea vs Spurs
Menunggu Respons Spurs Setelah Leicester Tertahan
Senin, 02 Mei 2016 11:20 WIB
Jakarta -











































