Dalam kariernya sebagai pelatih, Ranieri sudah pernah melatih sejumlah klub top yang juga berhasil dibawanya bersaing memperebutkan titel liga level teratas. Sialnya, hal itu dulu lebih banyak berakhir dengan tim Ranieri gagal jadi kampiun.
Apa yang terjadi di masa lalu itu pada prosesnya membuat peracik taktik Italia berusia 64 tahun tersebut dijuluki "Mr.Runner-up" dan "Tuan Nyaris", merujuk pada kegagalan-kegagalannya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca juga: Ranieri Bukan Lagi Mr. Runner-up]
Keberhasilan Leicester memastikan titel musim ini tersebut dipastikan setelah satu rivalnya yang tersisa, Tottenham Hotspur, gagal meraih kemenangan ketika dijamu Chelsea. Partai yang dihelat di Stamford Bridge pada 2 Mei 2016 itu berakhir 2-2.
Dalam hitung-hitungannya, Ranieri mengantar Leicester juara Premier League dalam 294 hari setelah kedatangannya ke King Power Stadium. Dalam catatan Complex.com, Ranieri pun sudah membuat rekor baru sebagai manajer dengan kurun waktu tersingkat yang mampu membawa timnya juara Premier League--dihitung sejak ditunjuk menangani klub.

[Complex.com]
Rekor itu sebelumnya dipegang oleh Jose Mourinho. Dalam periode pertamanya datang ke Chelsea, pada 2 Juni 2004, ia sukses memmpersembahkan mahkota Premier League pada 30 April 2005--332 hari. Saat ditunjuk lagi menangani Chelsea pada periode kedua, 3 Juni 2013, Mourinho butuh 699 hari untuk meraih titel Premier League 2014β15.
(krs/rqi)











































