sepakbola

Soal Kegemaran Mourinho Ciptakan Konflik dengan Manajer Lain

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Soal Kegemaran Mourinho Ciptakan Konflik dengan Manajer Lain


Femi Diah - detikSepakbola

Foto: Dave Thompson/Getty Images
Foto: Dave Thompson/Getty Images
Manchester - Jose Mourinho dikenal sebagai sosok manajer yang gemar memancing konflik dengan manajer-manajer tim lain. Mantan striker Inter Milan, Diego Milito, membenarkannya.

Kehadiran Mourinho dalam sebuah liga memang menjadi warna tersendiri. Keberadaannya sering kali membuat kompetisi berjalan lebih hidup. Perseteruan antartim tak cuma soal kalah menang, tapi mind games yang diumbar menjadi bumbu yang menyedapkan. Banyak yang meyakini konflik itu memang menjadi bagian dari rencana Mourinho untuk mengantarkan timnya meraih hasil maksimal di akhir musim.

Simak saja, Mourinho yang masih menukangi FC Porto mempunyai rivalitas dengan Sir Alex Ferguson. Tapi keduanya kemudian bersahabat setelah sama-sama menjadi pelatih di liga Inggris. Kemudian aksi bikin merah telinga Louis van Gaal dengan komentar soal transfer Luke Shaw dari Southampton. Juga rivalitas dengan Arsene Wenger yang sudah menjadi rahasia umum. Selain tu juga 'tarung' kuda dan cihuahua dengan Brendan Rodgers yang kala itu masih menjadi manajer Liverpool.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim depan ada sosok baru yang berpotensi bakal jadi sasaran mind games Mourinho. Bukan rival baru, tapi lanjutan seteru lama dua pelatih di La Liga: Mourinho dengan Pep Guardiola yang kini membesut Manchester City.

Milito, yang turut andil saat Inter yang dibesut Mourinho menjadi juara Liga Champions 2010, meyakini bahwa mantan pelatihnya itu memang sengaja menciptakan konflik dengan manajer tim lawan.

"Kadang kala Jose memang sengaja menciptakan permusuhan. Guardiola termasuk salah satunya, pergi dan tanyalah kepada Pep," kata Milito seperti idkutip Soccerway.

"Mourinho adalah sosok pemimpin yang hebat. Saya sedang membicarakan sosok manajer di level tertinggi di dunia. Dia selalu mampu meyakinkan pemain agar tampil 100 persen, menyampaikan kalimat-kalimat di momen yang tepat dan bisa menghukum jika diperlukan.

"Dia tahu bagaimana cara untuk melindungi timnya dan selalu membutuhkan musuh untuk menyerang maupun membela skuatnya," ucap dia.


(fem/krs)











Hide Ads