Pada 2015-16, Tottenham mampu bersaing dalam perebutan gelar juara sampai fase akhir Premier League. Tim London Utara itu mengawali dengan sangat baik usai hanya mencatatkan dua kekalahan di paruh musim pertama.
Beberapa pekan usai pergantian tahun, Harry Kane dkk. mulai merangsek ke posisi dua teratas dan mengancam sang juara Leicester City. Sayangnya, Spurs justru gagal menang di empat pertandingan terakhir sehingga dipaksa finis ketiga, lagi-lagi di bawah rival sekotanya Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kami perlu terbuka untuk meningkat dan belajar. Setiap pengalaman, penting untuk dipelajari," sambung manajer asal Argentina itu.
"Banyak hal positif yang perlu ambil dari musim lalu. Mungkin kami mesti berkompetisi lebih baik di periode yang sama."
"Hal bagusnya adalah kami sekarang sudah mempunyai lebih banyak pengalaman dan kami bisa menambah dua pemain yang meningkatkan skuat kami dan saya pikir kami akan lebih tangguh daripada sebelumnya," cetus Pochettino.
Untuk mempersiapkan musim baru, Spurs melakoni tur pramusim ke Australia dengan menghadapi jagoan Italia Juventus (26/7) dan Atletico Madrid (29/7). Setelah itu, Spurs terbang ke Oslo, Norwegia guna melawan Inter Milan (5/8) sebelum membuka liga dengan menghadapi Everton, delapan hari berselang.
(rin/krs)










































