sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 01 Agu 2016 13:17 WIB

Conte yang Suka Teriak-Teriak dan Suara Seraknya di Chelsea

Kris Fathoni W - detikSport
Foto: Reuters / Mario Anzuoni Foto: Reuters / Mario Anzuoni
California - Antonio Conte bukanlah peracik taktik yang suka duduk diam saat menyaksikan para pemainnya di lapangan. Teriakan demi teriakan biasa ia lontarkan, sesuatu yang kini ia lakukan di Chelsea.

Gaya eksplosif, ekpresif, nan antusias itu sejatinya sudah diperlihatkan Conte semasa masih aktif bermain. Saat melatih, secara khusus di Juventus yang merupakan klub terakhirnya sebelum ini, pun demikian.

Akibat itu pula Conte jadi sering terlihat berteriak-teriak ke arah pemainnya di tepi lapangan, sampai-sampai suaranya jadi amat serak dan habis pada beberapa kesempatan usai laga Bianconeri--yang ia tangani periode Mei 2011-Juli 2014.

Hal itu tak berubah di Chelsea yang mulai ia tangani sejak musim panas ini. Di hari ulang tahunnya yang ke-47, Minggu (31/7/2016) kemarin, suaranya serak saat menjalani sesi wawancara. Ia "ditemani" permen pastiles produk Italia, Borocillina--yang secara berseloroh disebut Conte harusnya punya kesepakatan sponsor dengan dirinya saking seringnya ia mengonsumsi produk itu.

"Saya butuh ini untuk tenggorokan saya--saya terlalu banyak berteriak-teriak," ucap Conte dengan suara serak, seperti dilansir Express.co.uk.

Kebiasaan berteriak-teriak ke pemain--bahkan sampai suara serak--disebut Conte sebagai sesuatu yang menjadi bagian penting dalam melatih. Terlebih saat ia baru datang ke sebuah klub seperti saat ini.

"Suara saya penting, untuk memanggil dan bicara kepada para pemain. Tenggorokan saya bisa bekerja amat berat saat pertandingan-pertandingan," ucap pelatih tim nasional Italia periode Agustus 2014-Juli 2016 tersebut.

"Tapi penting buat saya untuk membuat mereka memahami saya. Terutama ketika baru mulai kerja bersama. Ketika mulai melatih saya terkadang bahkan menggunakan sebuah megaphone," tutur Conte.

Aksi Conte di tepi lapangan juga mengundang perhatian tersendiri di Piala Eropa 2016 lalu. Pada satu ketika ia merayakan gol Italia dengan melompat kegirangan ke atap bench. Kali lain hidung Conte mengucurkan darah saking hebohnya ia merayakan gol Gli Azzurri. Patut dinantikan hal-hal serupa dari Conte, plus teriakan dan suara seraknya, di kubu Chelsea mulai musim 2016-17 ini.

(krs/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed