Klub Italia Inter Milan menjadi klub yang pernah didiami ketiga sosok itu secara bersamaan pada satu waktu; Mourinho datang sebagai pelatih di awal musim 2008-09, dengan Crespo dan Ibrahimovic menjadi pemain di sana--Nerazzurri meraih Scudetto di akhir musim itu.
Kenangan bersama kedua sosok itu tampaknya sedemikian membekas di benak dan pikiran Crespo. Pria 41 tahun tersebut pun menyebut bahwa Ibrahimovic sebagai pemain dan Mourinho selaku manajer adalah figur-figur yang amat dibutuhkan MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mentalitas pemenang adalah sesuatu yang sedikit hilang saat era David Moyes dan Louis van Gaal, dan sebagai manajer Mourinho adalah sosok ideal untuk mengembalikannya. Ia adalah seorang manajer yang selalu tahu bagaimana cara menciptakan sesuatu yang spesial di mana saja ia sudah berada. Sementara itu Ibrahimovic adalah seorang penyerang yang memenangi pertandingan-pertandingan buat timnya, sesederhana itu," katanya.
Mantan pemain tim nasional Argentina tersebut kemudian membandingkan sosok Ibrahimovic pada saat ini dengan yang pernah bermain bersamanya di Inter dulu. Crespo menyebut Ibrahimovic yang sekarang sudah jauh lebih matang.
"Ibrahimovic yang main bersama saya pada 2008-09 berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Dulu itu ia amat impulsif; juara luar biasa yang bisa menentukan pertandingan sendirian tapi masih terlalu muda untuk memahami pentingnya tim," tulis Crespo.
[Newpress/Getty Images] |
Crespo, yang dalam kariernya pernah membela River Plate, Parma, Lazio, Chelsea, AC Milan, dan Genoa sebelum gantung sepatu di akhir 2011β12, juga mengungkap betapa Mourinho punya keahlian tersendiri dalam menangani pemain-pemainnya, termasuk Ibrahimovic.
"Dengan Jose dan Ibra, Anda cuma butuh sejenak untuk memahami mereka. Satu lirikan, satu kalimat. Yang spesial dengan Mourinho adalah kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang spesial dengan setiap pemai: ia selalu tahu apa yang harus dikatakan kepada setiap pemain usai setiap laga, sesuatu yang benar-benar impresif. Jadi ia tahu bagaimana harus menangani Zlatan," catat Crespo.
"Pada satu waktu Zlatan geram sekali usai sebuah laga. Anda cuma perlu melihat untuk tahu seberapa kesal dirinya. Tapi Mourinho kemudian bicara dengannya dan tidak lama kemudian ia sudah menyelesaikan masalahnya. Di laga berikutnya Zlatan jadi lebih termotivasi dan kami tampil luar biasa dengan Zlatan menjadi pemain terbaik di atas lapangan," kenang Crespo.
Terkait dengan hal tersebut, Crespo pun cukup yakin reuni Ibrahimovic dan Mourinho nantinya akan membuahkan hasil positif yang memang diidam-idamkan oleh 'Setan Merah'.
"Saya mendoakan mereka yang terbaik di Manchester United. Melihat mereka bersama lagi akan indah sekali. Saya pikir itu akan jadi reuni yang sukses," tuturnya.
(krs/mrp)












































[Newpress/Getty Images]