City-nya Guardiola Dipuji Sacchi

City-nya Guardiola Dipuji Sacchi

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 18 Agu 2016 16:49 WIB
City-nya Guardiola Dipuji Sacchi
Foto: Getty Images/Barrington Coombs
Manchester - Pelatih legendaris asal Italia, Arrigo Sacchi, mengaku senang melihat cara Manchester City bermain. Tentunya, hal ini tidak lepas dari Pep Guardiola sebagai manajer.

Guardiola punya reputasi bagus sebagai manajer. Bukan hanya karena deretan trofi yang sudah ia persembahkan untuk Barcelona dan Bayern Munich, tetapi juga karena Guardiola dianggap sudah merevolusi taktik bola.

Setelah Barca dan Bayern, gantian City yang merasakan racikan taktik Guardiola. Sejauh ini, sudah ada dua laga resmi dilakoni City di bawah arahan Guardiola. Keduanya berakhir dengan kemenangan: 2-1 atas Sunderland, 5-0 atas Steaua Bucharest.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan 5-0 atas Steaua di leg I kualifikasi Liga Champions itulah yang mendapatkan pujian dari Sacchi. Sebagai pelatih yang pernah membesut dream team Milan, dan membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions (dulu Piala Champions) pada dua musim berurutan, Sacchi bisa melihat bahwa gaya Guardiola sudah terpatri pada tim.

"Melihat Manchester City bermain, Anda langsung tahu bahwa pelatihnya adalah Guardiola. Mereka punya gaya tersendiri," ujar Sacchi seperti dilansir Squawka News.

Guardiola tidak hanya mengandalkan sirkulasi bola semata. Salah satu ciri permainannya adalah serangan dimulai dari lini belakang. Kendati pun sulit, kiper Willy Caballero mengatakan bahwa para pemain tetap bakal bisa beradaptasi.

[Baca Juga: Filosofi Guardiola Masih Butuh Waktu]

Ciri lainnya adalah bagaimana Guardiola selalu ingin timnya mendominasi lini tengah. Salah satu cara yang dia lakukan adalah dengan meminta kedua fullback-nya untuk memposisikan diri lebih ke dalam dan naik sedikit ke tengah ketika tim menguasai bola. Pada saat bersamaan, gelandang pivot-nya (dalam beberapa laga terakhir Fernandinho) mundur ke belakang untuk menemani dua orang bek tengah.

Dengan unggul jumlah di lini tengah, bola menjadi lebih mudah disirkulasikan. Di sisi lain, keunggulan jumlah itu bakal membuat gelandang lawan menjadi bingung harus melakukan pressing terhadap siapa.

(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads