Masih Awal Musim, Moyes Sudah Antisipasi Persaingan Hindari Degradasi

Masih Awal Musim, Moyes Sudah Antisipasi Persaingan Hindari Degradasi

Kris Fathoni W - Sepakbola
Senin, 22 Agu 2016 15:29 WIB
Masih Awal Musim, Moyes Sudah Antisipasi Persaingan Hindari Degradasi
Foto: Stu Forster/Getty Images
Jakarta - Dua partai Premier League, dua kali pula Sunderland kalah. Manajer David Moyes pun sepakat kalau timnya diprediksi akan kembali mengakrabi pertarungan di zona maut.

Pada satu waktu Moyes pernah jadi juru selamat Everton. Ia datang pada bulan Maret 2002 menggantikan Walter Smith pada saat Everton sedang dibayangi degradasi. Sentuhan Moyes kemudian membuat The Toffees bisa finis ke-15 dan bertahan di Premier League.

Setelah musim menegangkan, para suporter Everton bahkan bisa dibuat Moyes bersukacita karena pada musim penuh pertamanya, 2002-03, ia langsung membawa klub itu finis ke-7. Ada pula keberhasilannya membawa Everton finis di posisi empat musim 2004–05.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentuhan-sentuhan positif itu pula yang tampaknya amat diidamkan para suporter Sunderland yang selama beberapa musim terakhir harus berjuang keras menyelamatkan diri di Premier League. Tapi Moyes bukanlah pesulap yang tiba-tiba bisa membuat segalanya berbeda.

[Action Images via Reuters / Lee Smith]

"Well, mereka mungkin benar," kata Moyes di BBC ketika ditanyakan mengenai anggapan suporter yang mengkhawatirkan tim kesayangannya akan kembali menghadapi pergulatan menghindari degradasi musim ini.

"Di posisi itulah mereka berada setiap tahunnya dalam empat musim terakhir, jadi apa bisa berubah tiba-tiba? Saya pikir fakta itu tak bisa disembunyikan.

"Orang-orang kini bisa jadi kurang antusias karena mereka mengharapkan sesuatu akan berubah mendadak. (Tapi) Tidak mungkin bisa ada perubahan secara dramatis," tutur peracik taktik yang ditunjuk setelah Sam Allardyce jadi pelatih timnas Inggris tersebut.

Moyes, yang sebelum ini menangani Real Sociedad dan Manchester United, tidak kuasa menghindarkan Sunderland dari kekalahan 1-2 saat menjamu tim promosi Middlesbrough dan sebelum itu dengan skor 1-2 pula di markas Manchester City pada pekan pembuka.

[Reuters / Darren Staples]

Dua kekalahan di laga awal tersebut, sama persis seperti start musim lalu, membuat 'Si Kucing Hitam' saat ini harus sudah bercokol di posisi tiga dari dasar klasemen sebagai satu dari tiga tim yang masih hampa angka--bersama Crystal Palace dan Bournemouth.

Sebagai catatan, musim lalu Sunderland butuh sampai pekan 10 untuk meraih kemenangan pertamanya, setelah enam kekalahan dan tiga hasil seri di sembilan partai awal.

Selama empat musim terakhir, Sunderland pun akrab benar dalam pergulatan bertahan di Premier League untuk melanjutkan ekssitensinya di divisi teratas sejak musim 2007-08. Pada periode tersebut secara beruntun Sunderland finis di posisi 17, 14, 16, dan 17--acapkali bertahan lewat kebangkitan di saat-saat terakhir.

Steve Bruce, Martin O'Neill, Paolo di Canio, Gus Poyet, Dick Advocaat, dan Allardyce, sebelumnya menangani Sunderland dalam lima musim terakhir. Banyaknya jumlah sosok juru taktik tersebut mencerminkan betapa pilihan menjadi manajer Sunderland sudah seperti rela menduduki sebuah "kursi panas". Terlebih karena BBC menyebut bahwa selepas musim 2010-11, ada saja pergantian manajer yang dilakukan oleh Sunderland saat musim sedang berjalan.


(krs/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads