Leicester menjuarai Liga Inggris musim lalu dengan gaya bermain yang mengandalkan serangan balik. Mereka mempunyai pemain cepat dalam diri Jamie Vardy, yang didukung oleh Riyad Mahrez.
Kekuatan serangan balik The Foxes kian bertambah dengan kedatangan Ahmed Musa ke King Power Stadium di awal musim ini. Dia juga merupakan pemain yang mengandalkan kecepatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu seperti diungkapkan oleh kiper Liverpool, Simon Mignolet. Liverpool memang masih lemah mengantisipasi serangan balik.
Laga melawan Burnley menjadi contohnya. Saat itu, mereka kalah dengan skor 0-2. Satu gol Burnley yang dicetak oleh Andre Gray terlahir dari sebuah serangan balik cepat.
"Kami selalu melakoni pertandingan untuk memenangi tiga poin, bahkan saat melakoni laga tandang. Menorehkan hasil bagus seperti saat melakoni laga di Arsenal dan Tottenham. Tapi, itu membuat Anda rentan terhadap serangan balik," kata Mignolet di Liverpool Echo.
"Langkah berikutnya, kami harus mengantisipasinya sebagai sebuah tim, memastikan agar bisa menahan ancaman serangan balik. Untuk hal itu, laga kami di hari Sabtu akan menjadi ujian yang bagus."
"Ini merupakan pertandingan pertama kami di Anfield yang baru, jadi kami akan tampil menyerang. Tapi dalam diri Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, Leicester mempunyai dua striker yang sangat cepat," imbuhnya.
(cas/mfi)










































