Pogba sudah bermain tiga kali untuk Manchester United sejauh ini, namun belum ada gol atau pun assist yang ia sumbangkan. Dengan statusnya sebagai pemain termahal di dunia, ekspektasi besar pun dibebankan padanya.
Pogba pun mendapatkan kritik. Bahkan dari media dan pendukung negaranya sendiri, Prancis. Ketika ia tampil di bawah performa yang diharapkan, statusnya sebagai pemain berharga 120 juta euro pun ikut diungkit-ungkit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, dia masih muda dan orang-orang yang membicarakannya hanya cemburu saja. Mereka akan menelan kata-kata mereka sendiri karena ia hanya akan bertambah bagus," lanjut Ibrahimovic.
Belum cemerlangnya Pogba juga disinyalir ada kaitannya dengan persoalan taktikal. Kemampuan terbaiknya dinilai belum keluar lantaran Manchester United memainkannya sebagai salah satu pivot (di samping Marouane Fellaini) dalam formasi 4-2-3-1.
Padahal, Pogba bisa tampil lebih baik jika diberikan kebebasan --termasuk kebebasan dalam membantu serangan timnya. Ia pernah mengaku, posisi terbaiknya adalah sebagai gelandang kiri dalam formasi 4-3-3.
[Baca Juga: Memainkan Paul Pogba dengan Baik dan Benar]
"Kita semua harus realistis. Orang-orang terlalu banyak membebani Paul. Apalagi melihat nilai transfernya yang menimbulkan kehebohan," kata Ibrahimovic lagi.
(roz/mfi)











































