Chelsea mengawali musim dengan tiga kemenangan. Namun setelah itu mereka seri melawan Swansea City, lalu kalah saat berduel melawan Liverpool.
Saat melawan The Swans, Chelsea bisa menguasai jalannya pertandingan. Dalam data yang disajikan oleh Sport Radar, mereka unggul penguasaan bola dengan catatan 53 persen. Dalam hal catatan percobaan on target, Chelsea juga unggul dengan torehan tujuh kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saat berduel melawan Liverpool, Chelsea juga unggul penguasaan bola dengan torehan 53 persen. Sementara untuk percobaan, Chelsea kalah dengan hanya ada dua shot on target. Sedangkan Liverpool empat kali melepaskan percobaan tepat sasaran.
[Gambas:Sportradar]
Eks pemain belakang Chelsea, Frank Leboeuf, menilai bahwa permainan tim besutan Antonio Conte itu mudah untuk ditebak. Dia tak ragu untuk bilang Chelsea membosankan.
"Anda bosan karena gaya permainannya selalu sama," kata Leboeuf seperti dilansir ESPN FC.
"Tak ada akselerasi, tak ada kejutan. Katakanlah apa yang Anda suka pada Diego Costa. Tapi, dia sudah bekerja. Dia satunya pemain yang mencetak gol (saat melawan Liverpool), dan dia mencetak kesempatan kedua. Yang lain tak ada sama sekali," imbuhnya.
Ketika menghadapi Liverpool, Conte memakai formasi 4-2-3-1, dengan Eden Hazard, Willian, dan Oscar sebagai penyerang di belakang Costa. Sebelum pertandingan tersebut Conte selalu memakai skema 4-1-4-1.
(cas/krs)











































