Courtois sendiri dibeli Chelsea dari Genk pada 2011. Tapi dia tak langsung bermain di tim utama The Blues melainkan dipinjamkan ke Atletico Madrid.
Selama tiga musim memperkuat Atletico, Courtois meningkatkan kemampuannya hingga jadi salah satu kiper muda terbaik dunia. Satu gelar La Liga, Copa del Rey, Liga Europa, dan finalis Liga Champions adalah pencapaian terbaiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Courtois sendiri mengaku rindu dengan Spanyol dan masih melakukan beberapa ritual negara itu, termasuk siesta alias tidur siang.
"Saya masih mencintai Spanyol, bagaima kehidupan di Madrid dan juga keseluruhan negara itu. Saya mencintai Spanyol sejak awal karena orang-orangnya, gaya hidupnya, makanan. Saya pun masih melakukan siesta setiap harinya," ujar Courtois kepada Marca.
"Ketika saya meninggalkan Spanyol, saya tahu saya akan kembali suatu hari. Saya masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga tiga tahun ke depan. Kami akan memutuskan apakah saya akan meninggalkan Chelsea atau meneken kontrak baru ketika yang lama habis tahun 2018," sambungnya.
Soal klub mana yang ingin Courtois tuju nantinya jika jadi kembali ke Spanyol, dia masih belum mau berkomentar lebih jauh. Isu yang beredar musim panas lalu, kiper 24 tahun tersebut diincar oleh Real Madrid.
"Saya tidak tahu apapun soal ketertarikan Madrid selain yang saya baca di koran. Tapi saya rasa banyak klub yang meminati saya karena profil saya. Saya bisa beradaptasi dengan gaya main klub manapun," paparnya.
"Tapi yang saya tahu bahwa Real Madrid sangat baik pada saya. Ketika saya cedera lutut pada 2015, mereka mengirim faks yang isinya mendoakan agar saya cepat pulih," tutupnya.
(mrp/cas)










































