Pada pertandingan babak ketiga Piala Liga Inggris yang berlangsung di Stadion KingPower, Rabu (21/9/2016) dini hari WIB, Leicester takluk 2-4 di tangan Chelsea. Kendati begitu, Leicester sempat unggul 2-0 lebih dulu.
Dua gol The Foxes pada laga tersebut dicetak oleh striker asal Jepang, Shinji Okazaki. Dua kali Okazaki memaksa pemain Chelsea menyapu bola di depan gawang mereka, namun tayangan ulang menunjukkan bahwa bola sudah melewati garis --membuatnya sah menjadi gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca Juga: Chelsea Bangkit dari Ketinggalan Dua Gol untuk Singkirkan Leicester]
Ranieri pun menyayangkan gol pertama Chelsea --yang dicetak Cahill-- sebagai pangkal kekalahan timnya. Gol tersebut berawal dari sepak pojok dari sisi kiri pertahanan Leicester. Bola kemudian disundul oleh Cahill, sebelum akhirnya disapu oleh Danny Drinkwater, memantul kaki David Luiz, dan masuk ke dalam gawang.
Namun, dari siaran ulang terlihat bahwa bola sudah melewati garis ketika disapu oleh Drinkwater. Gol itu pun tercipta atas nama Cahill.
"Saya pikir, momen kunci di pertandingan itu adalah ketika kami kebobolan dari sepak pojok di babak pertama. Kami gagal menjaga dua pemain berbahaya, Luiz di tiang dekat dan Gary Cahill di tiang jauh," ujar Ranieri di situs resmi klub.
Kartu merah Wacilewski juga diakuinya membuat perjuangan The Foxes kian berat. Ia sempat berharap untuk menahan Chelsea dan bertarung di babak adu penalti. Namun, muncul Fabregas dengan sepasang golnya.
"Saya bilang kepada para pemain untuk tetap kompak dan menutup tiap ruang. Tapi, Fabregas mencetak dua gol dan segalanya menjadi lebih sulit buat kami," kata manajer asal Italia tersebut.
Aksi heroik Fabregas untuk Chelsea itu menjadi cerita tersendiri. Pasalnya, Fabregas belakangan kehilangan tempat di starting XI yang disusun Antonio Conte. Sudah begitu pun, belum tentu Fabregas bakal jadi starter di laga berikutnya.
(roz/din)











































