Walcott mencuatnya namanya di usia 16 tahun. Saat itu Arsenal rela membayar sekitar 12 juta poundsterling untuk pemain yang belum punya pengalaman bermain di Premier League.
Tentu saja publik bertanya-tanya siapa itu Walcott sehingga The Gunners ngebet mendatangkannya. Makin mencengangkan ketika nama Walcott masuk dalam skuat timnas Inggris di Piala Dunia 2006 meski dia sama sekali tidak bermain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walcott dianggap tidak pernah menunjukkan potensi terbaiknya yang mana lebih banyak disebabkan tak jelasnya posisi main, apakah itu sebagai penyerang sayap atau striker. Apalagi dalam tiga musim terakhir, Walcott menurun drastis sehingga banyak yang menilainya sudah "habis".
Di usianya yang menginjak 27 tahun pun, Walcott bahkan belum pernah tampil semenit pun di turnamen internasional bersama Inggris, termasuk yang terakhir Piala Eropa 2016.
"Theo itu kasus khusus; Dia ikut ke Piala Dunia 2006 bersama Inggris pada usia 16 tahun, kini kita sudah di tahun 2016 dan dia masih belum pernah main di Piala Dunia," ujar Wenger seperti dikutip Soccerway.
"Pukulan telak tentunya untuk Walcott karena tidak pergi ke Piala Eropa. Saya bicara dengannya soal kekecewaan tidak dibawa oleh timnas Inggris," sambungnya.
"Dia sudah lebih dewas, dan ketika para pemain mampu melewati masa-masa mengecewakan setelah yang dijanjikan saat umur 16 tahun dan caranya mengatasi situasi ini, saya selalu berpikir bahwa pemain ini punya sesuatu yang spesial."
Musim ini bisa dibilang sebagai kesempatan Walcott untuk membangun kariernya lagi. Sejauh ini, Walcott sudah dimainkan lima kali di partai Premier League dengan torehan dua gol, termasuk ke gawang Chelsea akhir pekan lalu.
"Saya merasa bahwa anak ini punya karakter kuat serta kecerdasan. Walcott biasa memakai 90 persen tenaganya untuk menyerang dan hanya 10 persen saat bertahan - kini dia mampu membagi rata 50-50 dan berkomitmen penuh dengan tugasnya," tutup Wenger.
(mrp/nds)










































