Leicester saat ini masih tertahan di posisi 12 klasemen Liga Inggris. Mereka mengumpulkan delapan poin, yang dicatat Opta menjadi salah satu kumpulan poin juara bertahan paling rendah di sepanjang sejarah Liga Inggris.
Penggawa lini depan Leicester, Leonardo Ulloa, bilang bahwa semua tim kini kian termotivasi untuk mengalahkan 'Si Rubah'. Status juara bertahan yang disandang tim besutan Claudio Ranieri itu yang menjadi penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat sulit, di setiap pertandingan semua tim ingin mengalahkan kami karena kami merupakan tim juara bertahan," kata Ulloa di Sports Mole.
"Kami harus mempertimbangkan itu dan ini lebih sulit jika dibandingkan musim lalu. Kami harus terus melangkah dan bekerja. Kami terus lebih baik saat latihan dan setiap pertandingan."
"Beberapa pemain sedang memperkuat tim nasional mereka saat ini dan lainnya beristirahat. Tapi, kami haris berpikir mengenai laga berikutnya," imbuhnya.
(cas/krs)











































