Sebagai director of football Liverpool dulu, Comolli punya tugas untuk membeli pemain yang dirasa sesuai dengan kebutuhan tim. Henderson, yang waktu itu masih bermain untuk Sunderland, dinilai sebagai salah satu pemain yang cocok.
Pada Juni 2011, Henderson --masih berusia 21 tahun ketika itu-- resmi digaet. Liverpool dikabarkan mengeluarkan dana hingga 20 juta poundsterling untuk pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu pemuda berbakat Inggris itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Comolli dianggap bertanggung jawab. Pada April 2012, Comolli dipecat.
"Dia (Henderson) adalah salah satu alasan saya dipecat. Pada hari di mana saya dipercat, saya diberitahu bahwa saya membuat kesalahan dengan mendatangkan Jordan dan sudah buang-buang uang untuknya," ujar Comolli kepada talkSPORT.
[Baca Juga: Mereka yang Dibuang Amerika]
Entah bagaimana sekarang. Pemilik Liverpool sudah berganti, demikian juga dengan performa Henderson. Di bawah arahan Juergen Klopp, Henderson menjadi box-to-box midfielder yang sesuai dengan ekspektasi yang dibebankan padanya dulu. Perlu dicatat juga: Henderson kini menyandang jabatan kapten kesebelasan.
Yang jelas, melihat performa Henderson sekarang, Comolli bertepuk bangga. Dia dengan senang hati mengklaim bahwa pilihannya dulu tidak salah.
"Setiap orang boleh berpendapat. Tapi, saya pikir, kami membayar dengan harga yang pantas waktu itu. Dia adalah pemain muda asli Inggris, dan kita tahu bahwa seringkali pemain dari Britania dinilai kemahalan."
"Tapi, kami senang mengeluarkan uang sebesar itu untuknya karena kami berpikir bahwa dia akan jadi pemain hebat. Saya tidak pernah bilang terang-terangan, tapi saya selalu yakin dia akan jadi kapten Liverpool di masa depan," kata Comolli.
(roz/krs)











































