Setelah mendapat libur musim panas yang lebih panjang usai memperkuat Prancis di Piala Eropa, Giroud sama sekali belum pernah menjadi starter untuk Arsenal. Sejauh ini, dia baru tampil empat kali --semuanya sebagai pemain penggati-- dengan total waktu bermain 78 menit.
Minimnya kesempatan yang didapat Giroud tak lepas dari performa impresif Alexis Sanchez. Ditempatkan sebagai penyerang tengah, Sanchez sudah menyumbang empat gol untuk The Gunners di Premier League sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sedang dalam situasi sulit, Giroud tetap mendapat kepercayaan dari Wenger. Giroud disebut Wenger punya mental yang kuat untuk bangkit melewati masa-masa sulit dan jadi pemain yang diandalkan.
"Saya adalah pengagum Giroud karena dia sudah melewati masa-masa sulit dan dia bangkit," ujar Wenger seperti dikutip dari ESPN FC.
"Ketika menghadapi masalah, dia selalu punya jawaban. Ketika saya menghadapi laga besar, Anda selalu berpikir: 'Saya bisa mengandalkannya.' Anda tahu itu ketika kompetisi dimulai, dia akan bersama Anda."
Bukti lain kuatnya mental Giroud, menurut Wenger, adalah Piala Eropa 2016. Sempat menjadi sasaran kritik, Giroud kemudian justru mampu mencuri hati suporter lewat penampilan impresifnya sepanjang turnamen. Dia mencetak enam gol untuk mengantar Prancis ke final.
"Sebelum kompetisi, suporter tidak menginginkannya. Tapi dia membalikkan keadaan. Itu adalah salah satu kekuatan Olivier. Mentalnya kuat," lanjut Wenger.
"Kritik memukulnya. Dia tidak terbuat dari besi. Dia sensitif tapi sensitif dan kuat. Semua orang ingin dicintai. Saya tidak pernah melihat seseorang yang ingin dibenci. Tapi, menghadapi kenyataan yang tidak selalu sesuai keinginan adalah yang membuat Anda dewasa," katanya menambahkan.
(nds/roz)











































