Empat Hasil Buruk dan Kesalahan Individual City

Empat Hasil Buruk dan Kesalahan Individual City

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 20 Okt 2016 12:02 WIB
Empat Hasil Buruk dan Kesalahan Individual City
Foto: Action Images via Reuters / John Sibley Livepic
Barcelona - Empat pertandingan terakhir berujung hasil yang mengecewakan untuk Manchester City. Pep Guardiola pun layak pusing karena timnya tampil di bawah standar.

Kekalahan 0-4 di kandang Barcelona, pada matchday III Liga Champions, Kamis (20/10/2016) dini hari WIB, membuat City hanya mampu meraih 2 poin dari total 12 poin yang mungkin mereka dapatkan dalam empat laga terakhir di semua ajang.

Di Liga Champions, posisi City memang masih cukup kuat; mereka masih duduk di urutan kedua klasemen Grup C dengan nilai 4. Namun, jarak mereka dengan Barca kini melebar menjadi lima poin. Sedangkan jarak dengan penghuni posisi ketiga, Borussia Moenchengladbach, hanya satu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Premier League jauh lebih baik; City masih duduk di posisi teratas. Namun, nilai mereka kini disamai oleh Arsenal (19) dan hanya unggul satu poin atas Tottenham Hotspur.

Berturut-turut, City bermain imbang 3-3 melawan Celtic, kalah 0-2 dari Tottenham, imbang 1-1 dengan Everton, dan kalah 0-4 dari Barca. Mereka hanya mampu mencetak 4 gol dan kebobolan 10 gol.

Ambil contoh pada dua kekalahan terakhir, dari Tottenham dan Barca, City kerap kesulitan menghadapi tim yang memiliki lini depan cair dan menekan dengan agresif.

Pada laga semalam, gol pertama Barca diawali oleh pressing terhadap Aleksandar Kolarov di sisi kiri lapangan. Bola yang direbut dari penguasaan Kolarov kemudian diambil oleh Lionel Messi.

Foto: Screenshot


Catatan lainnya: lini pertahanan City juga lengah terhadap pergerakan Messi setelahnya. Padahal, lini pertahanan City sedang tidak kosong-kosong amat. Ada sekitar lima pemain City di sekitar kotak penalti dan Messi masih bisa menyelinap masuk, mengambil operan dari Andres Iniesta.

Ada jeda sepersekian detik di mana bola sempat tak bertuan ketika Iniesta melepaskan operan kepada Messi. Namun, tidak ada seorang pun pemain City yang berhasil mengambilnya --Fernandinho sudah berusaha, namun terpeleset. Alhasil, Messi bergerak dengan cepat mengambil bola itu dan menceploskannya ke dalam gawang.

Kesalahan individual lainnya juga terlihat pada gol kedua Barca. Lagi-lagi, gol tim asal Catalunya itu diawali oleh pressing terhadap pemain City. Kali ini, Kevin De Bruyne yang kehilangan bola.

Bola kemudian dikuasai Iniesta yang lantas memberikannya kepada Messi di sisi kanan. Akibat diserang secara mendadak, para pemain City belum menyusun ulang lini pertahanannya dengan baik. Akibatnya, meskipun ada empat pemain City di depan kotak penalti sendiri, mereka justru memuat dua blok vertikal --bukan horizontal memanjang.

Para pemain Barca pun leluasa untuk mengelilingi empat pemain City tersebut; Messi bergerak ke kanan, sementara Luis Suarez bergerak ke kiri. Iniesta mendapatkan dua opsi operan. Kapten Barca itu memilih untuk memberikan bola kepada Messi, yang kemudian menembakkan bola ke arah tiang dekat.

Foto: Screenshot


Merujuk pada buku otobiografinya, "Pep Guardiola: Another Way of Winning", Guardiola adalah sosok yang kerap sebal melihat timnya kebobolan. Tentu, dengan kebobolan 7 gol dalam dua laga terakhir Liga Champions, itu bukan hal menyenangkan untuknya.

(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads