Jika Teman Setim Baku Hantam
Minggu, 03 Apr 2005 08:25 WIB
Jakarta - Perkelahian di antara rekan satu tim bukanlah hal langka, meskipun memang selalu memalukan. Tapi duel Kieron Dyer versus Lee Bowyer tergolong yang paling bikin malu, terlebih buat fans Newcastle United.Jauh dari bola, Bowyer tertangkap kamera televisi mendekat ke arah Dyer, lalu sekejap keduanya beradu mulut. Sejurus kemudian tak disangka-sangka Bowyer mendorong dan memukul teman seklubnya itu.Dyer yang terkenal bukanlah pemain berperangai dingin melontarkan pukulan balasan, dan terjadilah perkelahian yang cukup seru di antara sesama anggota The Magpies, di penghujung laga Newcastle vs Aston Villa, disaksikan 50 ribu penonton di St James Park yang berkesudahan 3-0 buat tim tamu.Kapten Villa Gareth Barry secara spontan bergerak cepat untuk melerai keduanya. Ia lalu merenggut Bwyer, sebelum Dyer diamankan beberapa pemain Newcastle. Dari pinggir lapangan manajer Graeme Souness seperti syok dengan insiden mengejutkan itu. Kerah baju Bowyer, yang sewaktu membela Leeds United sudah terkenal bengal, koyak direnggut Dyer.Perselisihan antarrekan setim sesekali memang terjadi. Di lapangan, cukup sering terlihat seorang pemain beradu mulut dengan rekannya jika ada kesalahan. Kebiasaan memarahi bahkan memaki teman sendiri umumnya dimiliki penjaga gawang dan pemain belakang. Eks kiper Liverpool Bruce Grobbelaar dan bekas kiper Manchester United Peter Schhmeichel adalah contoh bagus buat menggambarkan bahwa ketidakpuasan terhadap teman sendiri bisa diwujudkan dalam cercaan segalak mungkin. Bentrokan antarrekan setim juga kerap muncul di sesi latihan. Biasanya kasus ini terjadi jika ada seorang yang bercanda kelewatan atau seseorang melakukan tekel berbahaya kepada temannya.Pada perhelatan Piala Dunia 2002 lalu kamp Swedia sempat terganggu oleh perkelahian di antara Fredrik Ljungberg dan Olof Mellberg. Saat berlatih Ljungberg sempat merenggut kerah baju Mellberg, dan keduanya berantam, gara-gara bek Aston Villa itu terlalu serius menekel rekannya.Tapi kasus Dyer-Bowyer di atas memang memalukan dan merugikan buat Newcastle. Pasalnya, meskipun tidak melibatkan pemain tim lawan, namun perkelahian itu membuat wasit mengusir keduanya dari lapangan. Perbuatan mereka dinilai merusak pertandingan secara indisipliner.Akibatnya Newcastle menuntaskan pertandingan dengan delapan pemain karena di pertengahan babak kedua Steven Taylor lebih dulu dikartu merah setelah menahan bola yang akan masuk gawang dengan tangannya.Ini adalah kali pertama dalam enam tahun Premier League di mana sebuah tim kehilangan tiga pemainnya sekaligus dalam satu pertandingan. Kasus terakhir menimpa trio West Ham United, yakni Ian Wright, Shaka Hislop dan Steve Lomas, kewaktu The Hammersdibekuk Leed 5-1 pada Mei 1999.Diusirnya pemain satu tim yang berkelahi juga bukan kali ini terjadi. Pada 1979 pemain Charlton Athletic Mike Flanagan dan Derek Hales berbaku pukul di penghujung babak kedua ketika timnya menghadapi Maidstone United di Piala FA, lalu digelandang keluar oleh wasit.Kasus lain, pada partai Liga Champions 1995 antara Blackburn Rovers versus Spartak Moskow, dua bekas pemain timnas Inggris, David Batty dan Graeme Le Saux, sempat bertukar kepalan tangan di lapangan. Akibatnya mereka berdua didenda dan dijatuhi sanksi suspensi oleh UEFA. (a2s/)










































