Perayaan Conte itu jadi persoalan lantaran Mourinho tidak menyukainya. Pada pertandingan Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge akhir pekan lalu, Minggu (23/10/2016) malam WIB, Conte --yang timnya sudah unggul, dan akhirnya menang, 4-0-- bersorak dan berteriak di pinggir lapanan. Tidak hanya itu, lewat gesturnya, dia juga meminta pendukung Chelsea yang berada di stadion untuk berteriak lebih lantang.
Seusai pertandingan, Mourinho mendatangi Conte. Tidak hanya menjabat tangan dan sekadar memberi selamat, manajer asal Portugal itu berbisik kepada Conte: jika ingin merayakan gol seperti itu, lakukanlah ketika sedang unggul 1-0, bukan ketika 4-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho dianggap hipokrit karenanya. Pasalnya, di masa lalu dia pernah juga merayakan gol dengan penuh semangat. Bahkan, ketika memimpin FC Porto bertanding di Old Trafford pada 2004, dia pernah merayakan gol timnya dengan berlari dari technical area hingga ke sudut lapangan untuk menghampiri pemain-pemainnya.
Namun demikian, Del Bosque menyebut bahwa Mourinho ada benarnya. Dia menyebut, pernyataan Mourinho tidak sepenuhnya salah, kendati pun Del Bosque sendiri tidak membela pernyataan Mourinho.
"Terkadang, ketika Anda merayakan kemenangan, Anda harus sedikit menahan diri. Perayaan yang seperti itu juga pernah menyakiti saya ketika kami (timnas Spanyol) bertanding melawan Italia," ucap eks pelatih timnas Spanyol tersebut seperti dilansir Soccerway.
"Saya tidak bilang, jangan ekspresikan kebahagiaan sama sekali. Lagipula, Anda tidak perlu menjadi se-membosankan saya. Tapi, rayakanlah dengan penuh pertimbangan."
"Saya tidak membela Mourinho, tapi dia ada benarnya," kata Del Bosque.
(roz/rin)











































